RESTORASI GUMUK PASIR : Penolakan Masih Ditemui

Warga Cemara Sewu, Kecamatan Kretek, tengah membongkar sendiri bangunan miliknya, Senin (17/10/2016) siang. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
18 Oktober 2016 11:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Restorasi Gumuk Pasir mulai dengan pembongkaran bangunan.

Harianjogja.com, BANTUL -- Restorasi Gumuk Pasir memunculkan dua kubu. Pihak pertama menentang proyek dan menyatakan suara dengan menggelar aksi Kepatihan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Kedua, adalah warga yang tak ingin ribut dan memilih swadaya membongkar bangunan sendiri.

Kawit, salah satu warga yang menolak rencana penggusuran menegaskan hingga kini pihaknya masih satu suara dalam menolak penggusuran tersebut. Sampai sejauh ini, warga sekitar gumuk pasir tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memperjuangkan tanah yang sudah ia tempati belasan tahun itu.

Sementara terkait dengan adanya warga yang membongkar sendiri bangunannya, ia pun tak banyak berkomentar. Ia bahkan mengaku belum mengetahui jika ada warga yang membongkar bangunannya.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/10/13/restorasi-gumuk-pasir-pemilik-kandang-tak-dapat-ganti-rugi-tapi-760297">RESTORASI GUMUK PASIR : Pemilik Kandang Tak Dapat Ganti Rugi Tapi ...)

“Saya malah belum tahu. Sejauh ini dari koordinasi, kami masih satu suara,” tegasnya, Senin (17/10/2016)

Seperti diberitakan, masyarakat yang menolak rencana penggusuran saat ini tengah menggelar aksi di DPRD DIY dan Kantor Gubernur DIY. Menurut Kawit, komunikasinya dengan Satpol PP selama ini sepertinya sia-sia.

“Karena mereka [Satpol PP] itukan hanya bawahan. Mereka hanya bekerja. Keputusan tetap ada pada atasan,” tegas Kawit.