Jadwal Terbaru KRL Solo-Jogja 28 Mei 2026, Tarif Rp8.000 Sekali Jalan
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000 dan jadwal keberangkatan pagi hingga malam.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) provinsi DI. Yogyakarta mengamankan pengemis yang terjaring saat operasi penertiban gelandangan pengemis (gepeng) di jalan Argolubang, Lempuyangan, Yogyakarta, Jumat (14/08/2015). Gelandangan dan pengemis banyak berdatangan pada hari Jumat, seiring banyaknya warga yang bersedekah pada hari tersebut. Masyarakat dihimbau untuk menyalurkan sedekah maupun pemberian lain melalui lembaga amal mapun sosial agar lebih tepat sasaran.
Perda gepeng masih sulit diterapkan sepenuhnya
Harianjogja.com, JOGJA -- Keberadaan ratusan pengemis yang hilir mudik di DIY terutama di ruas jalan Kota Jogja rupanya digerakkan oleh mafia. Keterangan itu terungkap saat dengar pendapat dalam rangka menerima masukan masyarakat terkait pembahasan Rakepwan tentang rekomendasi DPRD DIY terkait pengawasan Perda DIY No. 1/2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis, Selasa (18/10/2016).
Peneliti Senior Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM Muhadjir menjelaskan meski belum ada penelitian khusus, tetapi fenomena semacam mafia pengemis sesungguhnya ada di Jogja. Bahwa pengemis datang ke Jogja ada pihak yang sengaja mengorganisir mereka sebagai ujung tombak untuk bisnis agar mendapatkan keuntungan ekonomi. Keberadaan pengemis yang didrop sejumlah mobil dari luar Jogja sebenarnya telah menjadi cerita lama.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/08/perda-gepeng-jatah-makanan-di-penampungan-hanya-190-orang-jumlah-gelandangan-pengemis-300-orang-759217">PERDA GEPENG : Jatah Makanan di Penampungan Hanya 190 Orang, Jumlah Gelandangan & Pengemis 300 Orang)
"Saya kira itu harus ada penelitian serius [terkait isu ini] untuk mengetahui itu secara jelas dan cermat dan itu bisa menjadi dasar pembuatan kebijakan [dalam penanggulangan gelandangan pengemis]," terangnya di Gedung DPRD DIY, Selasa (18/10/2016).
Ia menegaskan, dalam fenomena itu pengemis muncul bukan karena kemiskinan. Akantetapi menjadikan kegiatan mengemis itu sebagai pekerjaan, bahkan bukan tidak mungkin ada pengemis yang kaya juga beroperasi di Jogja. Mereka sebenarnya memiliki fasilitas memadai di tempat tinggalnya, tetapi karena aktivitas mengemis menuntut untuk berganti pakaian buruk sehingga melakukannya disaat akan mengemis.
"Bahkan tadi disampaikan adanya kampung yang warganya hidup dari mengemis itu bukan kampung pengemis, secara fisik rumah bagus, alat rumah tangganya bagus, mereka kalau keluar pakaian bagus tapi kalau mengemis harus pakai pakaian buruk karena diperlukan sebagai pengemis," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000 dan jadwal keberangkatan pagi hingga malam.
PSG vs Arsenal di final Liga Champions 2026 digelar di Budapest. Simak jadwal, kekuatan tim, dan peluang juara.
Bulog pastikan harga ekspor beras ke Malaysia di atas HET domestik. Langkah ini untuk tingkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi nasional.
Pelatih PSG Luis Enrique sebut laga final Liga Champions kontra Arsenal akan berat. Les Parisiens incar gelar kedua beruntun.
Jemaah haji Sleman wafat saat proses pemberangkatan 2026. Beberapa jemaah lain gagal berangkat karena kondisi kesehatan.
Pemkot Jogja siapkan Rp56 miliar untuk jalan inspeksi Kali Code 4 km. Target penataan bantaran sungai bebas kumuh 10 tahun.