KIP Plus Diujicoba di Jogja, Bisa Sebagai Alat Transaksi

Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (KIP). (JIBI/Solopos/Antara - Dewi Fajriani)
19 Oktober 2016 23:20 WIB Jogja Share :

KIP Plus mulai diujicoba di Jogja

Harianjogja.com, JOGJA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) melakukan uji coba penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) elektronik atau KIP Plus di beberapa sekolah di Kota Jogja, Rabu (19/10/2016).

KIP Plus ini merupakan bentuk pengembangan penyaluran bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) secara non tunai sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas tanggal 26 April 2016 yang lalu.

“Kami harap siswa dapat semakin mudah untuk mendapatkan perlengkapan penunjang belajarnya. Dengan KIP Plus ini, siswa juga bisa lebih cermat dalam menggunakan dana PIP,” disampaikan Mendikbud beberapa waktu lalu.

Tidak hanya berfungsi sebagai identitas penerima bantuan PIP, namun KIP Plus juga dapat digunakan sebagai alat transaksi keuangan. Siswa pemilik KIP Plus dapat menggunakannya untuk berbelanja keperluan belajar di merchant yang ditunjuk oleh bank ataupun di koperasi sekolah yang memiliki fasilitas mesin Electronic Data Capture (EDC).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menyampaikan di dalam KIP Plus terdapat dua kantung dana, yaitu dana bantuan pendidikan PIP dan tabungan personal siswa.

“Lima puluh persen dana bantuan PIP dapat digunakan untuk transaksi non tunai, membeli perlengkapan yang dibutuhkan siswa untuk belajar. Lima puluh persen sisanya dapat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan siswa seperti biaya transportasi,” ujar Dirjen Hamid.