Asbanda Dorong BPD Optimalkan SIPD-RI dan Siskeudes-Link
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Pelaku pembacokan, Devie Ramanda, di Mapolres Bantul. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Kriminal Bantul berupa pembacokan berhasil ditangkap pelakunya
Harianjogja.com, BANTUL-Polsek Kasihan kembali mengamankan pelaku kejahatan pembacokan. Kali ini, tindak kriminal pembacokan itu didasari oleh perampasan.
Rabu (19/10/2016) dini hari, petugas Unit Reskrim Polsek Kasihan mendatangi kediaman Devie Ramanda, 23 di kawasan Dusun Kembaran, Desa Tamantirto. Pemuda asli Kecamatan Pakualaman, Kota Jogja itu dicokok polisi lantaran terbukti baru saja melakuan pembacokan dan perampasan kepada salah satu mahasiswa yang tengah makan di warung burjo di Dusun Sabeman RT 06, Desa Ngestiharjo.
“Dia kami tangkap saat tertidur di rumah milik istrinya, di [dusun] Kembaran,” kata Kanitreskrim Polsek Kasihan AKP Endro Prasetyandoko saat ditemui di ruangannya, Rabu (19/10/2016) pagi.
Dijelaskannya, penangkapan itu dilakukan setelah ia mendapatkan laporan korban pembacokan bernama Anantama Riyantama, 19, mahasiswa yang tinggal di Dusun Rejodadi, Desa Ngestiharjo beberapa jam sebelum penangkapan.
Saat melapor, korban yang merupakan mahasiswa rantau asal Kalimantan itu sudah mengalami luka di bagian perutnya akibat sabetan senjata tajam milik pelaku.
Endro menuturkan, peristiwa pembacokan dan perampasan itu berawal ketika pelaku yang tengah dipusingkan lantaran tak memiliki uang sama sekali meminjam pedang milik kawannya, Yakub, yang merupakan seorang petugas keamanan di salah satu perusahaan di kawasan Jl.Abu Bakar, Kota Jogja.
“Sebelum meminjam pedang milik Yakub, pelaku menenggak minuman keras terlebih dulu. Barulah sekitar pukul 23.00 pelaku menjalankan aksinya,” kata Endro.
Sebelum menodong korban, pelaku sempat menodong pemilik warung burjo dan meminta uang sebesar Rp20.000 dengan alasan untuk membeli bahan bakar motorya. Tak segera diberi, ia lantas mengeluarkan sebilah pedang dari lengannya dan ia pukulkan ke meja warung. Lantaran takut, penjual pun akhirnya memberikan uang yang diminta pelaku.
Tak puas mendapatkan uang dari penjual, pelaku lantas mengarahkan todongannya ke arah korban yang ketika itu tengah makan. Saat melihat ada ponsel merk iPhone 6 milik korban tergeletak di meja, pelaku sontak memintanya.
“Tapi dia [korban] sempat tak membolehkan. Kami sempat berebut ponsel itu, tak menunggu lama, saya sabetkan saja pedang itu ke arah perutnya. Setelah mendapatkan ponsel itu saya kabur pulang. Belum sempat menjual ponselnya, sudah tertangkap,” kata pelaku saat ditemui kantor Polsek Kasihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Saiful Mujani penuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan di media sosial, siap kooperatif dalam proses hukum.
Kecelakaan maut di Wonosari, Gunungkidul menewaskan pengendara motor. Polisi masih memburu kendaraan misterius yang terlibat.
Menteri Agus Andrianto minta jajaran Imigrasi kooperatif usai OTT KPK terkait pengurusan KITAS dan KITAP di Jakarta Barat.
Dispar Sleman memprediksi perputaran uang wisata libur sekolah 2026 tembus Rp1,26 triliun dengan kunjungan hingga 450.000 wisatawan.
Austria, Kirgizstan, Portugal, Trinidad dan Tobago, dan Zimbabwe resmi jadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2027–2028.