Jelang Akhir Tahun, Jogja Kejar Target Selesaikan Dua Proyek Fisik

Sebuah alat berat mulai menggali trotoar Jalan Malioboro, Kamis (21/4/2016). (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
20 Oktober 2016 15:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota Jogja masih optimis bisa menyelesaikan beberapa proyek fisik

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja masih optimis bisa menyelesaikan beberapa proyek fisik yang nilainya mencapai belasan miliar rupiah dalam waktu kurang dari tiga bulan sampai akhir tahun ini.

"Kami akan lakukan semacam tekanan pada rekanan, tetapi tetap mengedepankan kaidah teknis pembangunan," kata Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja, Hari Setyawacana saat ditemui usai rapat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Rabu (19/10/2016).

Beberapa proyek fisik yang nilainya miliaran rupiah dan masih dalam proses pengerjaan adalah pembangunan kantor Inspektorat Kota Jogja Rp5,7 miliar. Pengadaan kantor yang berlokasi di sisi utara Balai Kota Jogja itu saat ini baru sampai pemasangan pondasi dan tiang kontruksi.

Kemudian pembangunan gedung server dan kntor Teknologi Informsi dan Telematika (TIT) di dalam komplek Balai Kota senilai Rp8 miliar. Lalu, renovasi empat kantor kecamatan yang nilinya dua sampai tiga miliar.

Hari mengakui proyek fisik tersebut terlambat karena sempat gagal lelang. Pembangunan kantor Inspektorat baru selesai lelang pada Agustus lalu dan mulai dikerjakan pada awal September. "Beberapa proyek fisik yang deviasinya terlambat kita akan kejar sesuai tata kala," ucap Hari.

Sementara Anggota Komisi Pembangunan DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro mengatakan jika melihat fisik proyek pembangunan kantor inspektorat dan gedung server dirinya pesimis bisa selesai sampai akhir tahun.

Namun, kata dia, DBGAD sudah member kepastian dua proyek fisik tersebut akan selesai sesuai jadwal di akhir Desember.

"Ya nanti akan kita awasi, kita cek lapangan akhir Oktober," ujar Bambang. Meski pengerjaan proyek tersebut dikejar waktu, Bambang meminta kontruksi bangunan sesuai aturan.