UMK JOGJA 2017 : Buruh Jogja Usulkan Kenaikan Upah Rp2 Juta

Ilustrasi uang tunai rupiah (JIBI/Solopos - Dok.)
21 Oktober 2016 23:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

UMK Jogja 2017 diharapkan mengalami peningkatan.

Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan mengusulkan kenaikan upah minimum Kota Jogja atau UMK 2017 kepada Gubernur DIY pada Senin (24/10/2016). UMK tahun depan diklaim naik dari UMK tahun ini, kendati demikian kenaikan masih jauh yang yang diharapkan buruh.

"Yang jelas ada kenaikan tapi tidak elok kalau saya menyampaikan nominalnya sementara belum ada persetujuan dari walikota dan Gubernur," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja, Hadi Muhtar, saat ditemui di Masjid Balai Kota Jogja, Jumat (21/10/2016).

(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=761356">UMK JOGJA 2017 : Usulan Masih Dirahasiakan, Dijamin Lebih Tinggi Dibanding 2016)

Hadi mengatakan telah melakukan penghitungan berdasarkan surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan. Surat edaran tersebut menginformasikan nilai inflasi secara nasional ditetapkan 3,07 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5,18 persen.

Hadi mengatakan kenaikan UMK mendasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. PP tersebut mengatur kenaikan UMK dengan skema nilai inflasi tambah pertumbuhan ekonomi dikali UMK tahun berjalan.

UMK Kota Jogja tahun ini adalah Rp1.452.400. Dengan nilai inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun ini yang sudah ditetapkan maka naik sekitar Rp119.823. Maka UMK tahun depan naik menjadi Rp1.572.223.

Hadi mengatakan selain nilai inflasi dan pertumbuhan ekonomi, hasil survei komponen hidup layak (KHL) juga menjadi dasar usulan kenaikan UMK tahun depan. Pihaknya sudah menghitung KHL tahun ini sampai akhir Agustus lalu.

Sampai kemarin usulan penghitungan kenaikan UMK tahun depan diakui Hadi sudah sampai meja walikota Jogja. "Kemungkinan baru Senen akan diusulkan ke Gubernur," ujar dia.