Advertisement
UANG PALSU GUNUNGKIDUL : Sampai Sejauh Mana Keterlibatan Polisi Berpangkat Kompol Sebagai Pengedar?
Advertisement
Uang palsu Gunungkidul masuk dalam tahapan pemeriksaan.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat berjanji pihaknya akan memproses kasus pengedaran uang palsu (upal) yang dilakukan oleh anggota Ditshabara Polda DIY Kompol Maryadi.
Advertisement
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/20/uang-palsu-gunungkidul-kapolda-akan-beri-sanksi-tegas-bagi-polisi-pengedar-upal-762333">UANG PALSU GUNUNGKIDUL : Kapolda Akan Beri Sanksi Tegas Bagi Polisi Pengedar Upal)
Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Frans Tjahyono mengatakan hingga hari ini pihaknya masih mendalami peran dari anggota perwira menengah polisi tersebut. Akan diselidiki apakah yang bersangkutan memiliki jaringan dalam mengedarkan upal.
"Kasus ini diproses pidana umum. Penyidikan dilakukan oleh Polres Gunungkidul namun sepenuhnya kami membackup," ujar dia, Kamis (20/10/2016)
Ia menambahkan, saat ini untuk yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian keterlibatan tersangka dan dari mana tersangka mendapatkan upal masih dalam pendalaman.
Sebelumnya pada hari Selasa (18/10/2016) perwira polisi tersebut ditangkap oleh jajaran reserse dan kriminal Polres Gunungkidul karena kedapatan mengedarkan uang palsu dengan pecahan Rp100.000. Kemudian saat dilakukan penyelidikan lebih lanjut tersangka tersebut juga didapati menyimpan uang palsu sejumlah Rp71 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dua Warga Bandung Tewas Tertimbun Saat Gali Peti Harta Karun
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Dinkes Jogja Tegaskan Nihil Kasus Virus Nipah, Warga Diminta Waspada
- Sentra Genteng Sambirejo Gunungkidul Sambut Program Gentengisasi
- Sindikat Gembos Ban Beraksi di SPBU Tegalrejo Jogja, Rp243 Juta Raib
- Kamera Trap BKSDA DIY Ungkap Jejak di Candirejo Bukan Macan
- DPAD DIY dan DPRD Dorong Literasi Digital Lewat Bedah Buku
Advertisement
Advertisement



