Study Tour ke Jogja, Puluhan Murid Asal Tangerang Diduga Keracunan Makanan

Sejumlah Murid SMA N 1 Tangerang yang diduga keracunan makanan dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul, Jumat (21/10/2016). (JIBI - Irwan A Syambudi)
22 Oktober 2016 09:47 WIB Irwan A Syambudi Jogja Share :

Study tour ke Jogja yang semula akan menjadi kegiatan yang menyenangkan malah menjadi kacau karena sejumlah siswa diduga keracunan

Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan murid SMA N 1 Tangerang diduga mengalami keracunan makanan saat melakukan perjalan Study Tour ke Jogja. Puluhan murid mengalami mual dan muntah setelah memakan makanan yang dihidangkan di sebuah rumah makan di daerah Cirebon.

Salah seorang murid bernama Siti Nuraini mengungkapkan dirinya mengalami mual dan muntah berkali-kali pada Jumat (21/10/2016) dinihari. Sebelum dia mual dan muntah, Siti mengaku baru saja makan makanan yang dihidangkan di sebuah rumah makan di daerah Cirebon.

“Kepala saya pusing, mual dan muntah berkali-kali. Awalnya saya makan ayam. Agak bau, tapi saya kira itu memang rasanya seperti itu karena pakai kuah santan gitu,” ujarnya, Jumat (21/10/2016).

Dia mengaku memakan makanan itu Kamis (20/10/2016) sekitar pukul 20.00 WIB, kemudian dia mengalami sakit perut dan pusing dari mulai Jumat pukul 04.00 WIB. Saat itu kata dia perjalanan baru sampai Kabupaten Purworejo.

Siti mengatakan pada mulanya rombongan akan berkunjung ke Kraton Jogja, tapi karena sebagian rombongan ada yang sudah tidak kuat maka langsung di bawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

Salah seorang guru bernama Narpin yang mendampingi perjalanan study Tour mengatakan, makanan yang dimakan oleh muridnya di rumah makan tersebut adalah ayam kuah santan, tahu goreng dan telur dadar. Kata dia sejumlah murid kemudian mengalami muntah-muntah beberapa jam kemudian setelah menyantap makanan tersebut.

“Ada sekitar 430 anak yang terbagi dalam 11 bus yang mengikuti study tour tersebut. Dan hampir keseluruhan mengalami gejala-geja pusing dan mual. Tapi yang kemudian dirujuk ke rumah sakit ada sekitar 58. Mereka yang kategori parah itu mualnya tidak berhenti dan ke kamar mandi lebih dari dua kali, baik dari mulai malam sampai pagi tadi,” paparnya.

Kendati sebagian peserta study tour masih dirawat di rumah sakit, namun kata dia study tour akan tetap dilanjutnya. Hanya saja menurut dia, yang masih sakit akan dirawat terlebih dahulu. Narpin mengungkapkan sebagian peserta sudah sampai di hotel dan akan melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Candi Borobudur keesokan harinya.