AGENDA JOGJA : ProletArt Ajak Anak Muda Berkarya dari Nol

23 Oktober 2016 12:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Agenda Jogja berupa ProletArt menggabungkan beberapa sub kultur

Harianjogja.com, JOGJA-Pesta para pekerja seni muda Jogja kembali digelar dalam acara bertajuk ProletArt. Acara ini menggabungkan beberapa sub kultur, bukan hanya fotografi dan visual art, tetapi juga musik dan fashion.

Rangkaian acara ini digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (21-22/10/2016). Acara diisi dengan workshop seputaran fashion dan fotografi.

Pada hari pertama, mengusung tema Zero Styling and Fashion Photography, acara ini menginisiasi seniman muda untuk berkarya tanpa terganjal persoalan biaya.

Narasumber workshop ini, Fotografer Jogja, Anton Ismael mengatakan, berkarya itu tidak harus mengeluarkan uang banyak.

“Saya ingin mengajak anak muda untuk berkarya dari nol. Dari yang tidak punya uang, tidak punya bahan tapi tetap bisa berkarya,” ujar Anton, Sabtu (22/10/2016).

Pendiri sekolah fotografi, Kelas Pagi Jogja ini menyadari mayoritas anak muda terganjal persoalan materi saat ingin menuangkan kreatifitasnya. Hal itu tidak terlepas dari anak didiknya di sekolah fotografi yang didominasi oleh mahasiswa.

“Saya mencoba melihat diri saya, dulu seperti apa. Mestinya materi tidak menjadi kendala bagi orang yang ingin berkarya,” jelas Anton.

Workshop di hari kedua, mengusung tema How To Present Your Artwork oleh Co-Curator Mandiri ART Jog IX, Ignatia Nilu dan Zero Cost Styling oleh Fotografer Third Eye Studio, Ifan Hartanto.

Media Relation dari Keluarga Manfaat Jogja, selaku penyelenggara acara, Woro Agustin mengatakan acara ini merupakan ruang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dari narasumber yang berkompeten.

“Nantinya para peserta workshop juga akan ditantang untuk membuat karya yang kemudian hasil karya mereka akan dipamerkan pada 28-29 Oktober 2016 di Sangkring Art Space,” jelas Woro.