HARGA KEBUTUHAN POKOK : Warga Beli Cabai Kisut yang lebih Murah

Pedagang cabai di Pasar Beringharjo, Sut, menjual cabai merah keriting dan cabai rawit yang kini harganya naik Rp5.000 per kg, Jumat (4/3/2016).(Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
24 Oktober 2016 16:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harga kebutuhan pokok untuk jenis cabai melonjak

Harianjogja.com, JOGJA-Mahalnya harga cabai membuat pembeli beralih membeli cabai yang kelas II. Meski dari sisi tampilannya tidak menarik dan sudah sedikit berkeriput, setidaknya pembeli bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

Dikatakan salah satu pedagang sayuran Pasar Demangan, Saminah, Senin (24/10/2016), akhir-akhir ini cabai keriting merah yang standar kelas II paling laku di pasaran. Sebab, harganya terpaut Rp10.000 dibandingkan cabai merah keriting yang masih segar dan kualitasnya bagus.

“Kalau cabai yang bagus kualitas I Rp40.000 [per kilogram/kg] tapi yang menengah atau yang jelek-jelek, kisut, seperti ini Rp30.000,” katanya.

Biasanya, konsumen yang membeli cabai merah keriting kualitas II tersebut adalah kalangan pengusaha rumah makan. Mereka membeli untuk membuat sambal.

Menurut Saminah, tampilan cabai yang sedikit berkeriput bagi mereka tidak masalah, yang terpenting tidak busuk dan rasa pedasnya masih kuat.

Ia mengaku, sejak sering turun hujan, harga berbagai jenis cabai memang naik. Saat ini cabai rawit merah dijual Rp30.000 per kg, dari harga normal sekitar belasan ribu rupiah. Tak hanya cabai, sayuran yang lain pun juga ikut tinggi.

Pedagang seakan harus siap menanggung rugi jika berlangsung musim hujan seperti ini. Pasalnya selain harganya mahal, hampir semua komoditas sayuran mudah membusuk.