PENCURIAN JOGJA : Survei Jadi Strategi Duo Residivis Ini Sebelum Beraksi

JIBI/Dokumen - Harian Jogja
26 Oktober 2016 06:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Pencurian Jogja terungkap berkat laporan warga

Harianjogja.com, JOGJA -- Satreskrim Polresta Jogja meringkus dua orang residivis pencurian, Senin (24/10/2016). Kedua tersangka baru saja membobol rumah di Bokoharjo, Prambanan, Sleman dengan membawa berbagai hasil curian di dalam tas. Mereka adalah Agus, 35, dan Eko, 27, warga Ngaglik, Sleman.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/25/pencurian-jogja-bobol-rumah-di-sleman-residivis-ditangkap-di-jogja-763551">PENCURIAN JOGJA : Bobol Rumah di Sleman, Residivis Ditangkap di Jogja)

Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Akbar Bantilan status residivis yang melekat pada kedua tersangka, tidak menyulitkan petugas melakukan penyelidikan. Setelah yakin, jajaran Tim Opsnal Satreskrim Polresta Jogja pun langsung menangkap keduanya di salahsatu jalan kawasan Kota Jogja. Saat ditangkap, di dalam tas ditemukan barangbukti hasil curian berupa ponsel dan laptop berikut chargernya.

"Kami amankan ke Mapolresta untuk dikembangkan dan tersangka langsung mengakui kalau barang itu hasil curian [dari Prambanan]," ungkapnya, Selasa (25/10/2016)

Wakasat Reskrim Polresta Jogja Iptu Sigiro menambahkan, dalam data kepolisian, Eko merupakan residivis pencurian yang kerap beraksi di wilayah Bantul, sedangkan Agus lebih banyak beroperasi di Sleman. Tetapi, sebelum tertangkap kemarin, keduanya bermufakat jahat untuk melakukan aksi di Sleman secara bersama-sama.

"Dua-duanya ini residivis," ujar mantan Kanit Reskrim Polsek Depok Timur ini.

Modus yang dipakai kedua tersangka tergolong sama. Mereka memilih rumah kosong, kemudian membobolnya tanpa mengenal waktu baik siang atau malam tetap menjalankan aksi. Alat yang digunakan seperti obeng dan lainnya dan rata-rata mencongkel jendela. Akantetapi sebelum masuk ke rumah, mereka melakukan survei lebih dahulu untuk memastikan rumah calon korban dalam keadaan kosong.

"Saat ini kami limpahkan ke [Polres] Sleman, karena TKP di Prambanan," ungkap dia.