GENG MOTOR GUNUNGKIDUL : Penetapan Belum Final, Kemungkinan Ada Tersangka Lain

26 Oktober 2016 09:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Geng motor Gunungkidul masih dalam pemeriksaan intensif.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL --  Polisi menetapkan A,17 dan F,17 sebagai tersangka dalam aksi kekerasan di kawasan Pantai Sadranan, Minggu (23/10/2016). Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Gunungkidul.

Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino menjelaskan, penetapan tersangka ini bukan tanpa sebab karena dari pemeriksaan yang dilakukan petugas terhadap puluhan remaja yang diamankan mengarah ke dua tersangka. Namun penetapan ini belum final karena tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus yang menimpa empat korban pengendara motor itu.

“Kita terus kembangkan dan mereka juga masih menjalani pemeriksaan intensif,” ungkapnya, Selasa (25/10/2016)

Dalam kasus ini tersangka A dan F dijerat pasal 170 KUHP dengan sangkaan pelaku kekerasan di muka umum. atas perubatannya itu, keduanya diancam kurungan maksimal selama-lamanya lima tahun enam bulan.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/25/geng-motor-gunungkidul-paska-kejadian-anarkis-warga-gotong-royong-amankan-pelaku-763325">GENG MOTOR GUNUNGKIDUL : Paska-Kejadian Anarkis, Warga Gotong Royong Amankan Pelaku)

Terpisah, Kepala Polsek Tepus AKP Yulianto menjelaskan, pihaknya tidak lagi menangani kasus penganiayaan yang terjadi di Pantai Sadranan. Sebab kasus itu langsung ditangani oleh Mapolres Gunungkidul. Meski demikian, dalam kasus itu, petugasnya ikut berpartisipasi dalam penangkapan terduga pelaku kekerasan yang berjumlah 22 orang itu.

“Semua sudah dilimpahkan ke polres. Untuk perkembangannya silahkan ke sana,” katanya.

Untuk diketahui, kasus kekerasan ini bermula saat ada papasan dua rombongan bermotor di pintu masuk Pantai Sadranan. Tanpa alasan yang jelas, salah satu anggota geng motor yang akan masuk pantai melakukan aksi penabrakan terhadap rombongan dari arah berlawanan. Peristiwa itu tidak berhenti, karena setelahnya langsung diikuti dengan aksi pemukulan. Bahkan diketahui, rombongan pelaku pemukulan juga sempat cek cok dengan kelompok parkir di Sadranan karena tidak mau bayar uang parkir.

“Setelah peristiwa ribut-ribut ini, warga pesisir langsung melakukan pencarian terhadap kelompok pelaku kekerasan dan kemudian menyerahkannya ke petugas kepolisian,” kata Ketua Pokdarwis Sadranan, Wasdiyo, Senin kemarin.