WISATA KULONPROGO : Retribusi Kebun Teh Nglinggo Tidak Siginifikan untuk PAD

26 Oktober 2016 19:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo di kebun teh Nglinggo kini ditarik retribusi

Harianjogja.com, KULONPROGO-Objek wisata Kebun Teh Nglinggo mulai memberlakukan tarif retribusi dari Pemkab Kulonprogo sejak 1 Oktober.

Namun, nilai retribusi yang hanya Rp2.000 dirasa tidak akan memberikan dampak yang signifikan kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bendahara Penerimaan Disparpora Kulonprogo, Ruri Atmini Retno mengatakan bahwa sejak diberlakukan pada awal bulan ini, retribusi Nglinggo menuai hasil yang cukup positif.

“Pemantauan kami hasilnya cukup baik, kebetulan sedang tren juga lokasinya,”jelasnya, Selasa (25/10/2016).

Terkait dengan besaran pungutan yang diberikan, Ruri mengakui bahwa sumbangsih retribusi tersebut kepada PAD mungkin tidak akan terlalu signifikan. Namun, hal tersebut akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kulonprogo.

Meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus akan mempermudah promosi serta pengembangan lokasi wisata. Selain itu, kerjasama ini juga akan membuat lokasi ini mendapatkan pembangunan infrastruktur pendukung dengan pendanaan dari Pemkab Kulonprogo.

Ruri menguraikan bahwa kini pengunjung yang datang ke Nglinggo akan mendapatkan 2 buah karcis senilai Rp5000 per orang. Karcis pertama dikeluarkan oleh Pemkab Kulonprogo yang juga mencakup biaya asuransi. Sementara karcis kedua bernilai Rp3000 yang dikeluarkan oleh pengelola setempat.

Selama tiga pekan terakhir, objek wisata di kawasan utara Kulonprogo tersebut telah menghabiskan sekitar 4000 tiket. Jumlah tersebut disokong dengan adanya sejumlah acara yang juga mendongkrak pengunjung.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa sejumlah acara masih akan digelar guna memanfaatkan momen Kebun Teh Nglinggo yang saat ini semakin populer.

Ruri mengatakan bahwa pihaknya tidak memberikan target khusus untuk penerapan retribusi di Nglinggo ini. Pasalnya, lokasi yang cukup jauh serta kondisi cuaca beberapa waktu terakhir membuat kunjungan wisatawan masih sulit diprediksi.