KELANGKAAN ELPIJI : Jual Gas 3 Kg Rp21.000, Pangkalan di Bantul Diputus

Antrean taung gas dalam operasi pasar di Kecamatan Mantrijeron Jogja, Selasa (18/10/2016). (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
27 Oktober 2016 14:47 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Kelangkaan elpiji di Bantul ditindaklanjuti dengan investigasi peredaran gas

Harianjogja.com, BANTUL-Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi hingga kini berimbas pada tindakan pemutusan hubungan usaha (PHU) terhadap pangkalan nakal. Dari informasi yang diperoleh Harianjogja.com, tercatat ada satu pangkalan yang dikenai PHU oleh pihak agen yang selama ini menyediakan stok tabung gas elpiji 3 kilogram.

Kendati tak bersedia mengakui jumlah pangkalan yang dikenai PHU, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta mengatakan PHU itu dilakukan lantaran pangkalan yang bersangkutan dianggap melakukan pelanggaran fatal.

Pelanggaran itu tak lain adalah menjual tabung gas elpiji 3 kilogram dengan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Seperti diketahui, HET yang ditetapkan pemerintah selama ini adalah Rp15.500. Sedangkan oleh pangkalan itu, tabung gas elpiji dari agen dijual dengan harga mencapai Rp21.000. “Jelas ini adalah pelanggaran berat,” tegas Sulistyanta saat ditemui di kantornya, Rabu (26/10/2016) sore.

Sulistyanta menambahkan, PHU dilakukan atas dasar kesepakatan dari kalangan agen. Ia menuturkan keputusan PHU itu diambil setelah pihaknya dan agen menangkap tangan ulah nakal pangkalan tersebut.

Dijelaskannya, investigasi yang dilakukannya adalah dengan cara mendatangi pangkalan itu ketika mendapatkan dropping tabung dari agen. Saat itulah pihaknya menanyai salah satu pembeli.

“Ketika kami tanya, pembeli itu mengaku membeli dengan harga Rp21.000. Lalu pembeli itu kami pertemukan dengan pihak pangkalan. Nah, kalau sudah begitu, mau mengelak seperti apa lagi pangkalan,” ucapnya.