TIONGHOA JOGJA : Inilah Ciri Orang-orang Berhoki Besar

Miss Berna ketika ditemui di Papringan, Sleman, Rabu (26/10/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
28 Oktober 2016 03:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Tionghoa Jogja mempercayai ciri manusia tertentu membawa hoki.

Harianjogja.com, SLEMAN—Ada orang-orang yang memiliki faktor keberuntungan atau hoki yang lebih besar dibandingkan orang lain. Orang-orang yang berhoki besar memiliki ciri-ciri khusus.

Praktisi Fengshui di DIY Bernadette Erna Fembriani atau yang akrab disapa Miss Berna mengungkapkan, faktor-faktor yang mempengaruhi hoki seseorang bisa saja dari astrologi berdasarkan tanggal dan bulan kelahiran, shio berdasarkan tahun kelahiran.
“Kalau kepercayaan orang Jawa, dilihat dari katuranggan misalnya dari bentuk wajah, hidung, dan mulut,” kata dia kepada Harian Jogja ketika ditemui di Papringan, Sleman, Rabu (26/10/2016).

Ia menyebutkan, orang-orang dengan hoki besar biasanya memiliki bentuk wajah yang bulat atau bentuk rahang tidak menonjol. Jika tersenyum maka menjadi semakin menawan seperti anak-anak. Ciri lainnya, gigi atas dan bawah rata.

“Hidung agak gemuk, enggak mancung seperti burung betet,” jelas dia.

Selain itu, bentuk alis biasanya melengkung ke bawah.

“Untuk mata, sebenarnya tidak ada ciri khusus, tapi kalau bulatan hitam lebih besar, maka dia lebih hoki. Hal itu tidak bisa dimanipulasi misalnya dengan operasi plastik agar bentuk wajah atau hidung seperti itu. Semua itu harus asli dari sana [pemberian Tuhan],” kata dia.

Namun, keberuntungan itu bisa pudar jika seseorang tidak berada di jalan yang benar. Orang-orang hoki tetap harus melakukan amalan-amalan baik untuk menjaga keberuntungannya.

“Tapi, orang-orang yang tidak memiliki ciri tersebut, jangan terjebak mitos akan sial terus. Mereka juga bisa mendapatkan keberuntungan dengan melakukan amalan-amalan baik,” ungkap dia.

Sementara itu, dari sisi shio dan astrologi, masing-masing memiliki masa-masa hoki sendiri. Setiap shio dan astrologi memiliki kondisi yang seimbang antara kapan berada di atas dan di bawah. “Nah, kita harus menyiasati agak ketika berada di bawah tidak terlalu terpuruk,” papar dia.

Miss Berna menjelaskan, untuk orang-orang yang merasa sering mendapatkan kesialan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan yakni ruwatan. Namun, harus berhati-hati memilih media sehingga hasil yang ada sesuai dengan harapan. Hal itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang diruwat.

“Untuk meningkatkan keberuntungan, kita bisa banyak berpuasa, berdoa, bermati raga [menahan hawa nafsu], dan melakukan banyak sedekah,” ujar dia.