INFRASTRUKTUR BANTUL : Bendung Mejing Rusak, Pasokan Air di 400 Hektar Lahan Terganggu

Pintu air (kanan) Bendung Mejing yang rusak. Foto diambil Jumat (28/10/2016) siang. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
29 Oktober 2016 21:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Infrastruktur Bantul berupa Bendung Mejing kembali rusak.

Harianjogja.com, BANTUL -- Belum ada sebulan diperbaiki, salah satu pintu air Bendung Mejing yang berada di kawasan Desa  Mulyodadi kembali rusak. Akibatnya, petugas kini menggantinya dengan tumpukan bambu sebagai penahan air.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/10/01/pencemaran-sungai-ribuan-ton-sampah-cemari-sungai-di-bantul-757531"> PENCEMARAN SUNGAI : Ribuan Ton Sampah Cemari Sungai di Bantul)

Kepala Seksi Operasi Jaringan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul Yitno membenarkan kabar rusaknya pintu air itu.  Ia menjelaskan, sebulan lalu, pihaknya memang telah memperbaiki pintu itu dengan biaya mencapai sekitar Rp6 jutaan.

Namun setelah terkena terjangan banjir, ternyata kini kerusakan salah satu dari 8 pintu yang ada di Bendung Mejing itu semakin parah. Tak kuat menahan terjangan air dan sampah, tiang ulir pintu itu kini bahkan melengkung.

Akibat rusaknya pintu air itu, Yitno menjelaskan setidaknya lebih dari 419 hektar lahan yang ada di dua desa, Sidomulyo dan Mulyodadi terancam kekurangan air. Beruntung, saat ini intensitas hujan tengah meninggi. “Kami tertolong dengan musim hujan,” katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (28/10) siang.

Selain itu, guna meminimalisasi luasan wilayah terdampak, pihaknya melakukan upaya suplisi air dari Bendung Pendowo dan Afour Sorok yang berada tak jauh dari Bendung Mejing itu. Dengan upaya suplisi itu, ia memperkirakan bisa meminimalisasi luasan yang terdampak hingga 50%.

Sementara salah satu petugas Bendung Mejing Hartono mengakui betapa vitalnya peran Bendung Mejing terhadap arus sungai Winongo itu. Pasalnya, lebar pintu air di Bendung Mejing memang tergolong yang terbesar jika dibandingkan dengan bendung lainnya yang ada di sepanjang Sungai WInongo. “Kalau di sini [Mejing] satu pintu dibuka, di bendung lain, Klegen lainnya, bisa dua pintu,” katanya.

Selain itu, teknik ulir membuka pintu air Bendung Mejing pun bisa dibilang yang paling sulit. Untuk membuka satu pintu saja, Hartono mengaku membutuhkan waktu hingga 1 jam lebih.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/10/22/infrastruktur-bantul-bendungan-karang-jebol-64-hektar-lahan-terancam-kurang-air-762548"> INFRASTRUKTUR BANTUL : Bendungan Karang Jebol, 64 Hektar Lahan Terancam Kurang Air)

Itulah sebabnya, ia menyarankan kepada Pemkab Bantul untuk mengusulkan kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) agar mengubah Bendung Mejing menjadi bendung tetap. “Karena selama bendung Mejing tergolong bendung bergerak,” katanya