SEKOLAH GUNUNGKIDUL : SMAN 2 Wonosari Unggulkan Bahasa

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSejumlah siswa mengerjakan soal ujian saat mengikuti Ujian Nasional hari pertama di Sekolah Luas Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul di jalan Wates, Bantul, DI. Yogyakarta, Senin (04/04 - 2016). Sebanyak tujuh siswa tuna rungu mengikuti UN dengan tidak ada banyak kendala. Sebagian besar siswa dari SLB ini memilih melanjutkan ke perguruan tinggi seperti di Institut Seni Indonesia Yogyakarta ataupun ke Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.
30 Oktober 2016 01:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Sekolah Gunungkidul berikut ini menunjang kemampuan berbahasa asing.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Jurusan bahasa di tingkat SMA sederajat tidak banyak ditemukan di ratusan sekolah di DIY. SMA Negeri 2 Wonosari salah satu yang menerapkan jurusan bahasa untuk menunjang kemampuan siswa berbahasa asing.

Wakil Ketua Bidang Kesiswaan SMA Negeri 2 Wonosari Aririn mengatakan, bahasa menjadi keunggulan sekolah ini. Ada sejumlah bahasa yang dipelajari siswa jurusan bahasa. Yaitu bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

“Total ada sekitar 90 siswa jurusan bahasa dari kelas satu sampai kelas tiga,” kata Arifin, Kamis (27/10/2016). Untuk menunjang penerapan bahasa asing di sekolah, sejumlah siswa secara berkala diikutkan dalam program pertukaran pelajar. Sudah dua tahun terakhir, sejumlah siswa SMA N 2 Wonosari mengirim perwakilannya ke Amerika Serikat.

Tidak hanya pengiriman pelajar, setiap Rabu sekolah kata dia menerapkan percakapan Bahasa Inggris. “Sekolah menunjuk agen bahasa yang fasih berbahasa Inggris. Bisa dari siswa maupun guru. Tiap kelas ada dua perwakilan siswa. Mereka inilah yang nanti menyambut kedatangan siswa pada pagi hari dan berdialog menggunakan Bahasa Inggris.

Strategi lainnya kata Arifin adalah menerjunkan siswa ke kawasan turis seperti daerah Prawirotaman dan Malioboro, Jogja. “Mereka diminta mewawancarai turis-turis asing,” tutur dia. Sistem di sekolah sendiri lanjutnya mendukung siswa akrab dengan bahasa asing. Berbagai pengumuman yang menggunakan pengeras suara seperti pemberitahuan masuk kelas, jam istirahat dan lainnya menggunakan dua bahasa. Yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Arifin menilai, prospek kelas bahasa sangat bagus. Lulusan-lulusan SMA Negeri 2 Wonosari dapat menjadi aktor di Gunungkidul dalam bidang pariwisata. “Apalagi sekarang pariwisata Gunungkidul berkembang pesat. Banyak turis manca negara yang berdatangan ke sini. Mereka ini bisa jadi pemandu wisata atau dunia wisata lainnya,” tutur dia.

Sementara di perguruan tinggi, para siswa jurusan bahasa lanjutnya dapat memilih jurusan terkait. Seperti Hubungan Internasional dan Sastra Inggris. Menurut Arifin, kemampuan berbahasa asing yang dimiliki alumni SMA N 2 Wonosari juga memudahkan mereka bersekolah ke luar negeri. “Ada juga alumni kami yang sekarang sekolah dan magang di luar negeri seperti di Jerman.