E-KTP JOGJA : Warga Berusia 17 Tahun Aktif Rekam Data E-KTP

proses rekam data e/KTP
31 Oktober 2016 17:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

E-KTP Jogja banyak dilakukan oleh remaja usia 17 tahun

Harianjogja.com, JOGJA-Kesadaran pemegang kartu tanda penduduk (KTP) pemula untuk melakukan perekaman data identitas sangat tinggi.

Selain itu, melalui upaya jemput bola ke sekolah-sekolah menengah atas dinilai menjadi cara strategis dalam menjaring pelajar yang telah berusia 17 tahun untuk mendapatkan KTP.

Kasi Penerbitan KK dan KTP Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja, Bram Prasetyo mengatakan jumlah pemilik KTP pemula tahun ini cukup banyak. Diakui Bram, kesadaran masyarakat yang telah berusia genap 17 tahun untuk mendapatkan KTP sangat tinggi.

"Sampai bulan Desember diperkirakan ada sekitar 4.000 penduduk yang merupakan pemegang KTP pemula," ujar Bram kepada Harianjogja.com, belum lama ini.

Bram menjelaskan, masyarakat yang telah berusia 17 tahun cukup aktif untuk segera melakukan perekaman data diri agar bisa segera mengantongi KTP. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Kota Jogja untuk menjaring pemegang KTP pemula adalah dengan jemput bola.

Bersambung halaman 2

Lebih lanjut Bram mengatakan dengan mendekatkan diri ke calon pemegang KTP pemula, maka proses pengumpulan data penduduk dinilai lebih efektif.

Upaya yang dilakukan yakni dengan mendatangi sekolah-sekolah menengah atas dan memberikan kesempatan untuk para pelajar yang sudah genap berusia 17 tahun mendapatkan KTP pertamanya.

Namun, diakui Bram, akan lebih efektif jika sistem atau aplikasi perekaman data penduduk dapat merekam data sebelum penduduk berusia 17 tahun. Hal itu dinilai akan lebih efektif, karena saat usia penduduk tersebut genap 17 tahun, maka secara otomatis data sudah ada. Aturannya, penduduk yang usianya sudah genap 17 tahun, maka baru boleh mendapatkan KTP.

"Tapi saat kami datang ke sekolah, ada beberapa anak yang usianya baru akan menginjak 17 tahun tinggal beberapa minggu atau beberapa hari lagi. Karena belum genap 17 tahun mereka harus menunda perekaman datanya. Kalau sistemnya mendukung, maka data sudah direkam, saat si anak sudah genap 17 tahun secara otomatis data akan terinput dan mereka langsung bisa mendapatkan KTP," jelas Bram.