Advertisement
Penulis Komik Gundala Dilepas ke Peristirahatan Terakhir
Advertisement
Penulis komik Gundala dimakamkan
Harianjogja.com, JOGJA- Penulis Komik legendaris Gundala Putra Petir, Harya Suraminata (69) atau Hasmi dilepas ke peritstirahatan terakhir, Senin (7/11/2016).
Advertisement
Baca juga : http://harianjogja.com/?p=766810" target="_blank">Berkaus Hitam Gambar Gundala Petir, Butet Kartaredjasa Kunjungi Rumah Duka Seniman Hasbi
Jenazah Hasmi diberangkatkan pukul 12.28 dari lokasi kebaktian di SMK Bopkri 4 Tegalrejo Jogja, menuju Makam seniman Giri Sapto, Imogiri, Bantul dengan diiringi ratusan pelayat.
Ucapan terimakasih keluarga kepada para pelayat diwakilkan oleh keponakan Hasmi, Indiria Maharsi sebelum memberangkatkan jenazah Hasmi yang diletakkan dalam peti menuju pemakaman.
Ia mengatakan, Hasmi telah mengeluhkan sakit sejak akhir bulan kemarin tepatnya pada 27 Oktober lalu. Dengan saran dokter, Hasmi mesti melakukan operasi karena terdapat infeksi usus.
“Pasca operasi yang lancar pada 31 Oktober kemarin, seniman banyak yang datang menjenguk di RS Bethesda dan sudah sempat saling gojekan ala om Hasmi,” kenang Indiria didampingi oleh istri dan anak Hasmi.
Lanjutnya, hingga 6 November dokter mengisyaratkan kesehatan Hasmi yang semakin membaik dan menyarankan untuk pindah ke ruangan rawat inap.
Kehendak Tuhan lain, sehingga pada Minggu (6/11/2016) siang sekitar pukul 12 Hasmi pun dipanggil pulang ke pangkuan-Nya.
“Kepergian om Hasmi telah diikhlaskan oleh seluruh pihak keluarga,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jerman Prediksi AS Tak Lanjutkan Invasi Darat ke Iran, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Hari Ini, Sal Priadi CS Manggung di Lapangan Pancasila UGM
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
Advertisement
Advertisement




