Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Pemkab Sleman masih menunggu dana untuk memperbaiki kerusakan.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Bencana longsor yang terjadi pada Kamis (10/11/2016) lalu mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur di beberapa titik. Selain longsor jembatan, talud, dan drainase, beberapa titik jalan juga berlubang.
Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman, Mirza Anfanzuri menjelaskan, saat ini pihaknya masih menghitung jumlah kerugian dan perbaikan terkait kerusakan infrastruktur tersebut. Hal itu dilakukan lantaran dana yang tersisa di DPUP merupakan anggaran sisa akhir tahun.
"Jumlahnya sangat terbatas. Kami masih fokus memperbaiki lubang-lubang jalan atau kerusakan kecil," katanya, Senin (14/11/2016).
Adapun perbaikan untuk infrastruktur yang membutuhkan dana besar, DPUP masih menunggu sisa dana akhir tahun tersebut. Menurutnya, infrastruktur yang masuk dalam prioritas perbaikan akibat longsor adalah talud di Jalan Rajimin dan jembatan di Jalan Samirin. Mirza mengatakan, sebisa mungkin instansinya akan menangani kerusakan yang ada sesuai kemampuan anggaran.
"Secepatnya akan kami lakukan perbaikan," katanya.
Dia mendesak agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menggunakan dana kebencanaan untuk menangani masalah tersebut. Jika dana kebencanaan digunakan, katanya, perbaikan bisa segera dikerjakan dan kerusakan yang terjadi tidak semakin parah.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat longsor," tandasnya.
Kepala Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan Bagian Binamarga DPUP Sleman, Suwarsono menjelaskan, kerusakan akibat longsor di jembatan Denggung, jalan Samirin mulai ditangani. Penanganannya masih bersifat sementara dengan cara menaruh kantong-kantong pasir di sekitar jalan yang longsor tersebut.
"Itu dilakukan agar lubang longsoran tidak meluas. Sebab potensi longsor masih besar karena intensitas hujan turun masih tinggi," jelasnya.
Menurutnya, jika di lokasi hujan turun cukup deras dikawatirkan lebar longsoran bertambah. Saat longsor terjadi pada Kamis (10/11/2016) lalu di Jembatan Denggung, katanya, lebar tanah yang longsor hanya lima sampai enam meter. Senin (14/11/2016) kondisinya semakin melebar menjadi tujuh meter.
Adapun kedalaman longsor di jembatan itu saat ini setinggi 10 meter. Potensi longsor di lokasi itu bisa lebih tinggi lagi karena area tersebut berdekatan dengan jalan raya nasional. "Di sana banyak kendaraan yang lewati. Getaran jalannya pun tinggi sehingga potensi longsor bisa semakin lebar," ujarnya.
DPUP sendiri pada Senin (14/11/2016) memasang 200 karung penyangga di Jembatan Denggung. Kemudian bangunan talud selebar 15 meter yang roboh akan diganti dengan yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.