Nekat! Truk Putar Balik di Tol Boyolali Bikin Geger, Ini Respons TMJ
Viral truk trailer putar balik di Tol Semarang-Solo. TMJ minta maaf dan perketat pengawasan demi keselamatan pengguna jalan.
Korban Jonathan Miracle bersama kerabatnya saat berada di Mapolda DIY, Selasa (15/11/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Penganiayaan Bantul diduga dilakukan oleh majikan
Harianjogja.com, SLEMAN- Sartini, 36, pembantu rumah tangga yang melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh majikan kepada dia dan anaknya kembali dipanggil oleh tim penyidik Polda DIY untuk dimintai keterangan.
Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/11/16/penganiayaan-prt-bantul-teka-teki-penganiayaan-prt-dan-balita-di-bantul-769474">PENGANIAYAAN PRT BANTUL : Teka Teki Penganiayaan PRT dan Balita di Bantul
Didampingi beberapa kerabatnya, Sartini dan putranya JM, 1,5, datang ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak Polda DIY, Kamis (17/11/2016) pagi. Sekitar satu jam lamanya Sartini dan putranya menjalani pemeriksaan di dalam ruangan. Setelah diperiksa, bersama dengan petugas Sartini dan putranya kemudian menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta untuk menjalani visum.
Kanit PPA Ditreskrimum Polda DIY, Kompol Retnowati mengatakan sebelumnya korban sudah melakukan visum di RSUP Sardjito. Namun demikian proses visum tersebut belum dilakukan secara menyeluruh, sehingga perlu dilakukan visum lagi.
"Yang kemarin baru visum luar, masih ada yang kurang. Sekarang akan dilakukan visum secara menyeluruh," katanya.
Rencananya setelah menjalani proses visum, korban baru akan mengisi berita acara perkara. Sehingga kemudian proses selanjutnya untuk pemanggilan saksi bisa dilakukan.
Jalani Observasi
Sesampainya di RS Bhayangkara untuk melakukan pemeriksaan dan visum, korban JM, putra Sartini harus ternyata harus menjalani perawatan atau observasi. Hal tersebut tidak diduga sebelumnya, pasalnya saat korban mendatangi rumah sakit hanya akan menjalani proses visum guna melengkapi berkas laporan.
"Ini sekarang yang bersangkutan masih di Rumah Sakit Bhayangkara, ternyata korban harus menjalani proses observasi hal tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana tindak kekerasan yang terjadi kepada korban," kata Kasubdit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda DIY, AKBP Bejo.
Dengan demikian untuk proses selanjutnya, pihaknya masih akan menunggu hasil dari observasi dan hasil visum dari rumah sakit. Bejo mengatakan pihaknya juga belum bisa memastikan berapa lama korban harus menjalani observasi.
"Nanti kita komunikasikan terus bersama dokter. Saat hasilnya sudah keluar prosesnya akan segera kami tindak lanjuti," paparnya.
Dalam berita sebelumnya, Sartini bersama dengan JM putranya dengan ditemani beberapa kerabat mendatangi Polda DIY pada Selasa (15/11/2016). Ia melaporkan tindak kekerasan dan penyekapan yang dilakukan oleh majikannya AC. Saat melapor, Sartini menerangkan perbuatan keji yang dilakukan oleh majikannya tersebut mulai dari penyiksaan fisik dan mental.
Bahkan balita berusia 1,5 tahun tersebut juga disiksa mulai dari menyiram air panas ke bagian alat kelamin, memasukan anak kedalam mesin cuci dan lemari es selama berjam-jam, menyengat dengan besi panas pada bagian perut, dan mengikat karet kencang pada jari kaki sehingga tulangnya bergeser.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Viral truk trailer putar balik di Tol Semarang-Solo. TMJ minta maaf dan perketat pengawasan demi keselamatan pengguna jalan.
Yusril ungkap maraknya pungli di Imigrasi, KPK temukan dugaan korupsi hingga Rp145,5 miliar dari WNA.
Indonesia dan Jepang bahas ekspor kapal perusak Asagiri, langkah strategis perkuat TNI AL dan kerja sama pertahanan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa promosikan Panda Bond ke China dan Inggris untuk perluas pembiayaan APBN 2026.
Grebeg UMKM X DJAMUAN 2026 di Jogja dorong digitalisasi QRIS dan penguatan 260 UMKM lokal.
Damkar Jogja mencatat 24 kebakaran hingga Juni 2026, mayoritas akibat korsleting listrik. Kerugian capai Rp202 juta.