WISATA SLEMAN : 8 Desa Wisata Mati Suri, Disbudpar Gelar Festival Desa Wisata

Suasana objek wisata Blue Lagoon Tirta Budi di Desa Wisata Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
18 November 2016 13:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Sleman Share :

Wisata Sleman yang telah memunculkan desa wisata ternyata tidak berkembang mulus

Harianjogja.com, SLEMAN-Hasil evaluasi terhadap desa wisata di wilayah Kabupaten Sleman menemukan sebanyak delapan desa dari 39 desa wisata di Kabupaten Sleman mulai mati suri. Padahal, beberapa dari desa itu memiliki potensi wisata yang cukup diunggulkan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Endah Sri Widiastuti mengungkapkan, tahun ini diagendakan evaluasi dan inventarisasi desa wisata dan terdapat 39 desa yang ada di kabupaten ini. Dari jumlah tersebut kemudian dilakukan evaluasi kembali untuk diklasifikasikan menjadi tiga kategori.

"Di antaranya desa wisata tumbuh, desa wisata berkembang dan desa wisata mandiri. Namun, setelah dicek lagi, dari 39 desa itu, ada delapan desa yang ternyata belum layak dinilai. Beberapa [desa] dulunya aktif sekarang kegiatan menurun dan mulai mati suri," ujar Endah di kantornya, Kamis (17/11/2016).

Endah menjelaskan, keberadaan desa wisata yang sudah mulai tidak aktif ini dilatar belakangi beberapa alasan. Beberapa desa wisata ada yang membubarkan diri hingga ketidakaktifan pengelola dalam mengelola desa wisata tersebut.

Kedelapan desa itu yakni Desa Wisata Rejosari, Pajangan, Trumpon, Bangunkerto, Kembangarum, Mangunan, Jantungan dan Sendari.

"Ke depan kami tetap akan mencoba mengevaluasi lagi desa-desa ini. Jika nanti potensinya memang bagus, maka akan dilakukan pembinaan lagi," jelas Endah.

Endah mengungkapkan, dalam penilaian desa wisata ada sejumlah indikator yang digunakan. Berdasarkan hasil penilaian, terdapat 14 desa wisata tumbuh, delapan desa wisata berkembang dan sembilan desa wisata mandiri. Hasil pendataan ini menunjukkan potensi desa wisata di wilayah Sleman cukup besar, sehingga layak untuk diperkenalkan lebih luas.

Lebih lanjut Endah menjelaskan, guna mempromosikan potensi desa wisata kabupaten ini, Disbudpar Sleman menyelenggarakan Festival Desa Wisata Sleman untuk kali pertamanya. Festival yang diselenggarakan untuk mengenalkan keberadaan desa wisata tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, 19-20 November 2016 di Desa Wisata Sangurejo, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi.

"Dalam festival ini akan menampilkan atraksi dan pameran kuliner khas dari setiap desa wisata. Tapi tidak semua desa wisata berpartisipasi, hanya ada 20 desa yang akan tampil," papar Endah.