INFO TERKINI : Pemda DIY Bentuk Gugus Tugas Revolusi Mental

Suasana kegiatan pembentukan Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental di Inna Garuda Hotel, Rabu (23/11/2016). (Anton Wahyu Prihartono/JIBI - Harian Jogja)
23 November 2016 13:07 WIB Anton Wahyu Prihartono Jogja Share :

Info terkini dari Jogja, Pemda DIY membentuk Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY, Rabu (23/11/2016) membentuk Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental. Tiga nilai utama Revolusi Mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong.

Pembentukan Gugus Tugas Revolusi Mental DIY dimotori oleh Badan Kesbangpol DIY dan didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dan diawali dengan rapat kerja di Inna Garuda Hotel.

Kepala Badan Kesbangpol DIY Agung Supriyono mengatakan gerakan ini meliputi tiga nilai utama yaitu Indonesia Melayani, Indonesia Tertib dan Indonedia Bersih.

"Revolusi mental adalah gerakan nasional untuk mengubah cara pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai dan perilaku bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian," ujar Agung.

Menurut dia revolusi mental antara lain bertujuan mengubah cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Gerakan ini memiliki tiga nilai utama yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong. Gugus Tugas Revolusi mental beranggotakan sejumlah elemen masyarakata sipil dari unsur aparatur sipil negara, polri, akademisi, pemuda, tokoh agama, pers dan lainnya.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini saja. Saya berharap agenda tidak hanya berhenti di sini, tapi gugus tugas ini bisa menjadi motor untuk menularkan nilai nilai revolusi mental kepada masyarakat luas," ujar dia.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi dan Umum Pemda DIY mengatakan revolusi mental kali pertama dicetuskan oleh presiden pertama RI Soekarno dalam pidato kenegaraan dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1957.

Menurut Soekarno, revolusi mental adalah semacam gerakan gerakan hidup baru untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali dan berjiwa api.

Dengan revolusi mental diharapkan Indonesia berdaulat dalam politik, Indonesia berdikari dalam ekonomi dan Indonesia berkepribadian dalam kebudayaan.