WISATA GUNUNGKIDUL : Fasilitas Listrik Minim, Pariwisata Sulit Berkembang

23 November 2016 01:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Wisata Gunungkidul belum semua tersambung aliran listrik.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Puluhan objek wisata di Gunungkidul sampai sekarang belum teraliri listrik. Ketiadaan listrik mengakibatkan sektor wisata sulit berkembang.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/11/22/wisata-gunungkidul-ups-puluhan-objek-wisata-tak-teraliri-listrik-770977"> WISATA GUNUNGKIDUL : Ups, Puluhan Objek Wisata Tak Teraliri Listrik)

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Siti Isnaini menyebut beberapa objek wisata yang sampai sekarang tidak dialiri listrik yaitu Pantai Jungwok, Pantai Watu Lumbung dan Gunung Batur di Kecamatan Girisubo, Pantai Siung di Kecamatan Tepus dan objek wisata Watu Gupit di Kecamatan Purwosari.

“Sejumlah objek wisata yang saya sebutkan itu, tidak hanya tidak ada listrik di objek wisatanya. Tapi di kawasannya termasuk akses jalan menuju objek wisata juga belum ada listrik,” ujarnya lagi, kepada Harianjogja.com.

Menurut Siti, pengadaan jaringan listrik ke sejumlah objek wisata tersebut membutuhkan biaya besar. Apalagi kebutuhan listrik dinilai sangat banyak. Ia menyebut, panjang pantai di Gunungkidul mencapai lebih dari 70 kilometer atau terpanjang se-DIY.

“Selama ini pemerintah mengandalkan pembangunan oleh PLN [Perusahaan Listrik Negara] untuk pengadaan listrik. Ke depan itu, ide-ide seperti solar cell [listrik tenaga surya] juga sangat membantu,” tuturnya lagi.

Diakuinya, minimnya fasilitas listrik mengakibatkan pariwisata di Gunungkidul sulit berkembang. Padahal wilayah ini memiliki berbagai objek wisata yang eksotis. Aktivitas pariwisata hanya berlangsung siang hari.

“Itu juga yang menyebabkan investor tidak mau berinvestasi. Bagaimana mau berinvestasi kalau listrik saja tidak punya,” paparnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Siti merespons hasil diskusi mengenai pembangunan pariwisata di Gunungkidul yang belum lama ini digelar. Diskusi yang dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X itu menyoroti, minimnya fasilitas listrik di kawasan wisata di Gunungkidul.