TRANS JOGJA : Genjot Pendapatan Iklan Setelah Tambah Bus dan Rute

Petugas kabin Transjogja menunjukkan ruang khusus penyandang disabilitas di Trans Jogja. Armada baru ini didesain lebih ramah bagi penyandang disabilitas. (Gilang Jiwana/JIBI - Harian Jogja)
27 November 2016 20:21 WIB Sunartono Jogja Share :

Trans Jogja melakukan diversifikasi pendapatan.

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Perhubungan DIY akan memaksimalkan pendapatan Trans Jogja tidak hanya dari tiket namun juga melalui iklan setelah bertambah menjadi 17 rute pada 2017 mendatang.

(Baca Juga :http://cms.solopos.com/?p=770201"> TRANSPORTASI JOGJA : Bus-Bus Tua Segera Pensiun, Ganti Trans Jogja)

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Haryanto menjelaskan, saat ini dengan delapan rute, Trans Jogja mampu mengangkut penumpang antara 6.000 hingga 7.000 penumpang per harinya. Angka itu merupakan kalkulasi dari 122 halte yang ada dengan jumlah yang bervariasi. Dengan rencana penambahan 54 bus menjadi 17 rute, tentu jumlah penumpang itu ditargetkan naik lebih banyak lagi pada 2017 mendatang.

"Saat ini subsidi dari pemerintah masih cukup tinggi, karena satu-satunya hanya dari pendapatan tiket sedangkan lainnya dibayar [subsidi]," ungkapnya, Minggu (27/11/2016).

Setelah menjadi 17 jalur, lanjutnya, ditargetkan pendapatan Trans Jogja, tidak hanya dari tiket, namun juga memanfaatkan sektor lain seperti iklan di bus, iklan di seragam petugas hingga pendapatan melalui pemanfaatan pelayanan park and ride di Prambanan, Dongkelan, dan Gamping. Item itu akan dikembangkan menjadi salahsatu pendapatan yang diharapkan dapat mengurangi biaya operasional.

Oleh karena itu, Sigit optimistis melalui pendapatan tiket bisa menaikkan lebih dari Rp28 miliar. Selain itu, operator juga ditargetkan menambahkan pendapatan melalui iklan menjadi total sekitar Rp35 miliar.

"[Sekitar Rp35 miliar] bisa, tergantung operatornya bagaimana memaksimalkan itu jadi iklan, bus dibranding, nanti [operator] akan kita beri kewenangan, saat ini masih 21 [pendapatan Rp21,7 miliar]," ujarnya.