PDAM JOGJA : Ini Alasan Dewan Belum Setujui Suntikan Modal Rp73 Miliar

30 November 2016 13:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

PDAM Jogja mengajukan penyertaan modal.

Harianjogja.com, JOGJA -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta mengajukan penyertaan modal pemerintah Kota Jogja sebesar Rp73 miliar untuk pengembangan jaringan pipa air. Permintaan PDAM itu belum disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kota Jogja karena dinilai belum jelas rencana pengembangan bisnisnya.

Direktur Bidang Teknik PDAM Tirtamarta, Setiawan Budianto mengakui permohonan suntikan modal Rp73 miliar untuk pengembangan jaringan pipa PDAM dan peningkatan jumlah pelanggan air PDAM terutama hotel-hotel. Ia mengakui dari sekitar 500an unit hotel berbintang dan non bintang baru 50 hotel yang berlangganan PDAM. Langganan air PDAM untuk hotel Rp5.000 per kubik, lebih mahal dari langganan rumah Rp2.500 per kubik.

Setiawan enggan menjelaskan lebih jauh soal permintaan suntikan modal Rp73 miliar.

Sementara Anggota Komisi B yang membidangi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DPRD Kota Jogja, Supriyanto Untung menilai belum ada kejelasan business plan dari PDAM.

“Kalau sudah jelas baru bicara penyertaan modal,” kata dia, Selasa (29/11/2016).

Untung mengaku selama ini komisinya belum mendapat penjelasan dari PDAM soal jumlah pelanggan, berapa jumlah pipa yang akan diganti, bagaimana kondisinya, dan seperti apa potensi pendapatan PDAM. Menurutnya, PDAM adalah BUMD yang berbeda dengan unit pelaksana teknis yang mengedepankan pelayanan, sehingga perlu ada kontribusi untuk kas daerah.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini khawatir tidak tercapainya target pendapatan diatas satu miliar dari PDAM ada unsur kesengajaan. Sebab, melihat dari potensi pendapatan, kata Untung, cukup bisa jika PDAM benar-benar serius menggarapnya. Salah satu potensi pendapatan itu adalah hotel-hotel agar mau berlangganan PDAM.