RAZIA KENDARAAN : 13.039 Pengendara Terjaring Razia selama Operasi Zebra Progo 2016

Salah satu pengendara tidak mengenakan helm saat Operasi Zebra Progo di Simpang tiga Selokan Mataram, Depok, Sleman, Selasa (23/11/2016). ( Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
30 November 2016 20:55 WIB Sleman Share :

Razia kendaraan oleh Polda DIY berhasil menjaring belasan ribu kendaraan

Harianjogja.com, SLEMAN- Belasan ribu pengendara kendaraan bermotor terjaring razia selama Operasi Zebra Progo 2016. Sebagian besar pelanggaran yang menyebabkan mereka terkena razia adalah tidak memiliki kelengkapan surat berkendara seperti SIM dan STNK, serta pengendara tidak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Meski menurut data akhir terjadi penurunan angka pelanggaran, namun untuk angka kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia justru mengalami peningkatan.

"Dibandingkan dengan tahun lalu pelanggaran memang menurun," kata Kabag Binops Ditlantas Polda DIY, AKBP Sutarno, Rabu (30/11/2016).

Dikatakannya berdasarkan catatan Ditlantas Polda DIY pada operasi Zebra 2016 kali ini total pelanggaran sebanyak 13.039 unit. Dengan rincian sanksi tilang sejumlah 9.013 dan sanksi tegur sebanyak 4.026.

Dengan demikian jika dibandingkan dengan hasil operasi Zebra Progo 2015 lalu dengan pelanggaran sebanyaj 17.589, dengan rincian berupa sanksi tilang sebanyak 10.725 dan sanksi teguran sebanyak 6.864, maka jelas tahun ini jumlah pelanggaran menurun cukup banyak.

Operasi Zebra Progo 2016 yang dilakukan selama 14 hari sejak Rabu (16/11/2016) sampai Selasa (29/11/2016) jenis pelanggaran yang paling banyak adalah tidak adanya kelengkapan surat kendaraan, tidak mengenakan helm saat berkendara, melanggar rambu lalu lintas, dan melawan arus jalanan.

Kemudian disusul dengan pengesampingan keselamatan dalam berkendara dengan bermain dan mengoperasikan ponsel juga membuat banyak pengendara terkena razia.

"Sedangkan untuk pelanggar terbanyak dari kalangan karyawan, mahasiswa, dan pelajar. Harapannya setelah operasi ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya untuk tertib lalu lintas agar mengurangi angka kecelakaan," tegasnya.