FILM TERBARU : Cinta Laki-Laki Biasa, Tunjukkan Sebuah Cinta Sejati dan Hakiki

Sutradara, penulis novel, dan beberapa pemain film Cinta Laki-Laki Biasa ketika menggelar jumpa pers di GM Coffee and Lounge, Hartono Mall, Sleman, Rabu (30/11/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
01 Desember 2016 13:20 WIB Kusnul Isti Qomah Sleman Share :

Film terbaru dari buku Asma Nadia ini menceritakan tentang arti cinta sejati seorang laki-laki

Harianjogja.com, SLEMAN-Novel karya Asma Nadia kembali diangkat di layar kaca dengan judul Cinta Laki-Laki Biasa. Film ini menunjukkan arti dari sebuah cinta sejati yang tulus dan hakiki.

Sutradara Cinta Laki-Laki Biasa Guntur Soeharjanto mengatakan, film ini merupakan filmnya yang ke-18. "Film ini merupakan film terbaik saya dengan Mbak Asma Nadia dan ini adalah salah satu yang menurut saya paling personal filmnya. Film ini menjadi penting untuk kita tonton karena bukan hanya melulu membahas cinta-cintaan, tapi lebih dari itu, yaitu tentang kekuatan cinta dan keikhlasan," kata dia dalam jumpa pers di GM Coffee and Lounge, Hartono Mall, Sleman, Rabu (30/11/2016).

Cinta Laki-Laki Biasa adalah film yang akan membawa kita terbuka mata juga hati, karena sesuatu yang biasa bisa menjadi luar biasa ketika kita mencintai karena Allah. Pencapaian dakwahnya berasa universal dan menyegarkan, sekaligus mengharu biru. Saya pribadi sangat puas dengan hasil yang dicapai karya ini.

Penulis Buku Asma Nadia mengatakan, cerita dalam film ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Film ini terinspirasi dari kisah nyata mengenai cinta seorang suami kepada istrinya yang menjadi lumpuh setelah melahirkan. "Lalu, dengan imajinasi saya, ada tambahan twist yang sangat mungkin terjadi di kehidupan nyata," kata dia.

Menikah bukan sekadar persoalan menentukan pilihan sendiri, sebab ternyata harus melewati seleksi ketat keluarga. Sayangnya, kini banyak orang tua berpegang pada prinsip bibit, bebet dan bobot. Tidak salah sebab setiap ayah bunda pasti ingin yang terbaik bagi anak-anaknya.

Menimbang bobot, bibit, bebet dengan menafikan kebagusan akhlak tentu menjadi tidak benar. Apalagi sekalipun awalnya mengacu ke semua hal, kini pemahaman konsep tersebut sebagian besar hanya diukur berdasarkan pencapaian materi semata.

Velove Vexia mengaku sangat tertantang dengan perannya. Film ini merupakan film yang menguras emosi sehingga dirasa cukup berat. Tetapi, ia mengaku sangat menikmati dan tidak sulit untuk masuk ke dalam karakter yang dia perankan.

"Bahkan saat latihan saja saya bisa nangis. Dan ada beberapa adegan yang harusnya saya tidak sesedih itu justru malah hasilnya melebihi ekspektasi," tutur dia.

Sinopsis
Adapun film tersebut bercerita tentang Nania Dinda Wirawan (Velove Vexia) bertemu dengan Muhammad Rafli Imani (Deva Mahenra) di kala Rafli menjadi mentor saat Nania melakukan kerja praktek di proyek pembangunan rumah sederhana. Nania tidak saja mendapatkan bimbingan mengenai ilmu membangun rumah, tapi juga tuntunan untuk menjalani hidup yang lebih penuh arti, bahwa kebahagiaan tidak dibangun dalam kemewahan, tapi kesederhanaan yang diwarnai keakraban dan ketulusan.

Tidak ada yang mengira bahwa akhirnya Nania mau menerima lamaran Rafli. Padahal secara status sosial, mereka berbeda bagai bumi dan langit. Nania berasal dari keluarga terpandang. Sedangkan Rafli hanyalah laki-laki biasa. Tidak heran jika ibu Nania (Ira Wibowo) menentang keras, demikian juga ketiga kakak perempuannya (Dewi Rezer, Fanny Fabriana, Donita) yang sukses menikah dengan laki-laki yang mapan (Agus Kuncoro, Uli Herdinansyah, Adi Nugroho) secara bibit, bebet, bobot, di mata ibunya. Apalagi Nania sudah akan dijodohkan dengan Tyo Handoko (Nino Fernandez), seorang dokter yang memiliki jaminan masa depan yang sukses. Berbagai usaha, baik halus dan kasar dilancarkan untuk membatalkan niat Nania, tapi Nania tidak goyah, dia percaya bahwa hanya dengan Rafli, hidupnya akan bahagia.

Namun, bahkan setelah Nania dan Rafli menikah, dan dikaruniai dua anak, Yasmin dan Yusuf, keduanya harus melalui berbagai tekanan dan cobaan yang tidak ada habisnya. Rafli harus berjuang untuk membuktikan pada Nania, dan semua yang melecehkannya bahwa sekalipun dia hanya laki-laki biasa, tapi cinta yang dimilikinya adalah cinta luar biasa.