PENIPUAN INVESTASI : Aset Majestic Land Akan Disita

Belasan investor mendatangi Polda DIY untuk menuntut penuntasan kasus penipuan penggelapan pembelian apartemen dan kondotel, Minggu (14/2 - 2016). (Foto : Istimewa)
02 Desember 2016 00:20 WIB Sleman Share :

Penipuan investasi yang dilakukan sebuah pengembang terus diproses

Harianjogja.com, SLEMAN- Proses penanganan kasus penipuan pembangunan apartemen kondotel, perumahan, dan villa oleh pengembang properti Majestic Land terus berlangsung di Mapolda DIY.

Pihak Direskrimsus Polda DIY memiliki rencana untuk melakukan penyitaan aset-aset yang dimiliki oleh tersangka Direktur PT Majestic Land.

"Tersangka tidak ditahan karena kooperatif, rencananya aset tersangka akan kami sita," kata Direskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Antonius Pujianito, Kamis (1/12/2016).

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/03/02/penipuan-investasi-saldo-rekening-majestic-land-tinggal-seribu-perak-696696">PENIPUAN INVESTASI : Saldo Rekening Majestic Land Tinggal Seribu Perak)

Penyitaan aset tersebut dilakukan untuk melengkapi barang bukti dari tersangka. setelah itu, harapannya nanti setelah kasus selesai peradilan aset yang dimiliki oleh tersangka dapat mengganti kerugian puluhan korban.

Kasus penipuan penggelapan ini dilaporkan pertama kali sekitar November tahun lalu. Puluhan orang menjadi korban kasus investasi pembangunan apartemen, kondotel, perumahan, dan villa. Antara lain apartemen Majestic Icon di Jalan Kaliurang, Apartemen grand Balai di Timoho Yogyakarta, Kondotel Best western Janti, Banguntapan Residence dan Villa Krebet Pajangan.

Nilai kerugian yang diderita oleh korban mencapai puluhan miliar rupiah. Dikarenakan dalam kasus ini, para korban telah menyetorkan uang pembayaran dengan rata-rata ratusan juta rupiah.

Dengan demikian untuk menjerat tersangka, pihak Polda DIY akan menggunakan UU Perlindungan Konsumen serta tindak pidana penipuan dan penggelapan. "Akan kami kenakan pasal UU perlindungan konsumen junto Penipuan penggelapan," pungkasnya.