BANJIR KULONPROGO : Ini Penyebab Sawah Terendam Air

Seorang warga melintasi area persawahan yang terendam genangan air di wilayah Panjatan, Kulonprogo, Jumat (2/12/2016). Ratusan hektare sawah di Kulonprogo diketahui terendam akibat hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir. (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
03 Desember 2016 04:18 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Banjir Kulonprogo terjadi di lahan pertanian.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir membuat ratusan hektare sawah di Kulonprogo terendam genangan air. Jika air tidak surut selama lebih dari tiga hari, padi yang rata-rata belum lama ditanam petani itu bisa terancam mati.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Kulonprogo, Aris Nugroho memaparkan pemerintah bersama kelompok tani berusaha mengurangi air yang menggenangi lahan persawahan dengan memperlancar aliran air di saluran drainase dan irigasi. Di antaranya dengan membersihkan sampah dan tanaman eceng gondok.

Pemkab Kulonprogo juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk mengatasi masalah pendangkalan dari beberapa sungai yang berpotensi meluap saat musim hujan seperti sekarang.

(Baca Juga :  BANJIR KULONPROGO : Lama Terendam, Tanaman Padi Terancam Mati)

Terpisah, Danramil 09/Galur, Kapten Kav Suhana mengungkapkan banyak tanaman eceng gondok yang menumpuk di utara Jembatan Gupit, Desa Karangsewu, Galur. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu meluapnya air sungai sehingga merendam lahan persawahan di sekitarnya.

Anggota Koramil 09/Galur beserta masyarakat dan instansi terkait kemudian melakukan gotong royong untuk membersihkan eceng gondok. Namun, tim mengalami kesulitan karena arus sungai masih deras.

“Tapi kalau tidak dibersihkan, nanti air tambah meluap kalau masih tetap hujan,” kata Suhana, Jumat (2/12/2016).