LONGSOR JOGJA : Gempa atau ...

SEPI-kawasan wisata bantaran Sungai Winongo yang diresmikan Maret lalu masih sepi pengunjung (HARIAN JOGJA - PAMUJI TRI NASTITI)
04 Desember 2016 06:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Longsor Jogja terjadi di Timur Sungai Winongo.

Harianjogja.com, JOGJA -- Suara gemuruh disertai gempa mewarnai ambrolnya talud di sisi timur Sungai Winongo, tepatnya di RT08/RW02 Jatimulyo, Kricak, Tegalrejo, Kota Jogja, Sabtu (3/11/2016) dinihari. Sejumlah keluarga yang tinggal di sekitar lokasi kejadi khawatir akan meluasnya longsoran karena hanya berjarak beberapa meter saja dari tembok rumah warga.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/03/longsor-jogja-suara-gemuruh-warnai-ambrolnya-talud-winongo-773898">LONGSOR JOGJA : Suara Gemuruh Warnai Ambrolnya Talud Winongo)

Tanda akan ambrolnya talud memang bukan datang tiba-tiba. Menurut Suyono, 45, sepekan yang lalu warga bekerja bakti menutup bongkahan talud yang mulai ambrol.

"Sekitar sebulan, tetapi kami hanya bisa menambal sementara, kerja bakti," terangnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/12/2016).

Puncaknya, talud ambrol terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu (3/12/2016). Sebagian besar warga yang tinggal di sekitar lokasi merasakan seperti gempa dan suara gemuruh. Fakta itu dirasakan oleh Suyono yang rumahnya hanya 2 meter dari longsoran.

"Rasanya seperti gempa dan suara gemuruh," kata dia memberikan kesaksian.

Hal itu juga dirasakan Musiyem, 40, yang tinggal di sisi utara Suyono sejalur dengan aliran sungai. Dinihari itu, tiba-tiba mendengar suara gemuruh, ia pun bergegas keluar rumah dan mendapati talud dan pagar besi di depan rumahnya telah hilang. "Suaranya bruuuggh, sama seperti merasakan gempa," ungkap Musiyem.

Suyono menambahkan, talud itu dibangun tiga tahun silam merupakan bantuan pemerintah dan dikerjakan oleh pelaksana proyek. Berbeda dengan talud di sisi utara lokasi longsoran, melalui bantuan program padat karya, warga yang mengerjakan sendiri. Baik, Suyono maupun Musiyem berharap, pemerintah segera memperbaiki talud tersebut, agar tidak semakin meluas longsorannya.