KENAKALAN REMAJA : Gerombolan Klithih Diamankan Petugas, Ternyata Mereka Masih Pelajar

dokumen
05 Desember 2016 05:20 WIB Sleman Share :

Kenakalan remaja di Sleman ditindak salah satunya dengan menangkap gerombolan yang berpotensi melakukan tindakan kriminal

Harianjogja.com, SLEMAN-Gerombolan pelajar diamankan petugas kepolisian saat melakukan aksi klithih. Jajaran reserse dan kriminal yang dipimpin langsung oleh kapolsek Berbah berhasil mengamankan enam pelajar dari berbagai sekolah.

Saat diamankan pada Minggu (4/12/2016) dinihari didapati salah seorang dari mereka membawa berbagai senjata tajam berupa pisau kecil, keling, dan kapak. Diduga senjata tajam tersebut akan digunakan oleh para pelaku untuk melukai korban.

Kapolsek Berbah Kompol Suhadi, mengatakan tertangkapnya enam pelajar yang melakukan klithih tersebut berawal ketika jajarannya sedang melakukan giat patroli rutin. Saat petugas memantau wilayah jalan Wonosari, petugas mendapati sekitar 15 sepeda motor yang dikendarai oleh pelajar dari arah kota dan berbelok ke arah dusun Maredan, Berbah.

Karena petugas mencurigai gerombolan tersebut akhirnya petugas mengikuti dan memberhentikan gerombolan di daerah Maredan, Sendangtirto, Berbah, Sleman, tepat di depan gapura Akademi Angkatan Udara.

Namun saat petugas berusaha memberhentikan gerombolan sebagian pelajar yang sudah tahu karena dibuntuti oleh petugas kemudian melarikan diri.

"Kami amankan tiga motor, mereka berboncengan jadi kami amankan enam pelajar masing-masing AP, RR, AM, SBP, MNR, dan DR. Meraka rata-rata masih kelas tiga SMP dan satu SMA jadi masih dibawah umur," katanya, Minggu (4/12/2016).

Kanit Reskrim Polsek Berbah, AKP Mujiman menjelaskan sementara dari enam pelajar yang diamankan petugas setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan senjata tajam pisau, keling, dan kapak.

"Enam pelajar ini sudah kami amankan, sementara saat ini kasus ditangani oleh Polres Sleman," ujar Mujiman.

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga sudah mengamankan tiga sepeda motor milik pelaku yang digunakan untuk melakukan aksi klithih. Masing-masing sepeda motor milik para pelaku tersebut yakni Honda Vario dengan nopol AB 5215 QH, Yamaha Mio dengan nopol AB 5261 SJ, dan Honda Scoopy dengan nopol AB 4209AA.