Sipkades Ajak Pemuda Mengenali Potensi Desanya

Launching Sipkades digelar di Aula Dinsosnakertrans Kulonprogo pada Rabu (7/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
08 Desember 2016 15:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Sipkades menjadi program mengajak pemuda mendata potensi desanya

Harianjogja.com, KULONPROGO-GKR Condrokirono merilis Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa (SIPKADES) Karang Taruna Kulonprogo pada Rabu (7/12/2016). Sistem yang dikembangkan bersama Youth Studies Centre (YouSure) dari Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) UGM ini akan mengajak pemuda mendata potensi desanya.

Acara tersebut dilangsungkan di Aula Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo. GKR Condrokirono, Ketua Karang Taruna DIY juga menyampaikan jika saling tukar pengalaman diperlukan untuk membangun eksistensi Karang Taruna di tingkat desa. Selain itu, dibutuhkan kerjasama dengan pihak luar yang mampu mendukung pengembangan organisasi desa ini.

“Sharing informasi akan memperlihatkan potret terkini Karang Taruna dan kendala yang sedang dihadapi,” ujarnya.

Terkait peran Karang Taruna di tingkat desa maka lembaga kemasyarakatan desa diminta menjadi penggerak agar visi pembangunannya tercapai. Lebih lanjut, ia menambahkan Karang Taruna harus bisa diserahi kewenangan yang sesuai dengan kemampuannya.

Adapun, Sipkades merupakan sistem berbasis online sehingga dianggap jalan yang efisien untuk memperkenalkan potensi daerah ke dunia luar. Saat ini, Sipkades baru diaplikasikan di Desa Brosot, Galur. Namun, Condrokirono menyampaikan harapannya sitem ini bisa dikembangkan ke desa-desa lainnya di Kulonprogo.

Jumanto, staf ahli bupati Bidang Pemerintahan menjelaskan jika karang taruna bertanggungjawab untuk pembinaan dan pengembangan generasi muda. Hal ini dilakukan dengan kesadaran dan tanggung jawab sosial oleh dan untuk masyarakat di lingkup desa dan kelurahan.

Menurutnya, karang taruna harus ikut serta menanggulangi sejumlah masalah kesejahteraan sosial baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda. Saat ini sejumlah tantangan memang muncul untuk mewujudkan tujuan ini antara lain dinamika zaman, kemajuan pengetahuan, internet, serta pengaruh dunia luar yang semakin bebas.

Terlebih lagi, sejumlah pembangunan bersifar massif sekarang banyak dilaksanakan di Kulonprogo sehingga dibutuhkan pemuda yang tangguh baik dari komptensi maupun kekayaan budaya lokal. Karena itu, ia menyampaikan apresiasinya untuk Karang Taruna Brosot yang telah manjedi pilot project dari Sipkades.

Drajat, YouSure UGM mengatakan Sipkades merupakan fase pendayagunaan awal yang dibangun oleg Pusat Studi Kepemudaan Fisipol UGM. Ia menilai jika desa saat ini sudah menjadi arena sosial politik budaya dan bukan sekedar lokasi pinggiran lagi.

Berdasarkan sejumlah kajian, diketahui jika banyak warga yang meninggalkan desa dengan alasan ekonomi. Namun dengan Sipkades ini masyarakat bisa mengenal desanya beserta potensinya antara lain alam, budaya, SDM, pertunjukkan, dan sejarah.