PERBANKAN JOGJA : Terkendala Sinyal, Ini Cara BRI Berikan Pelayanan Lebih pada Nasabah

10 Desember 2016 03:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Perbankan Jogja menggandeng sejumlah pihak untuk meningkatkan kualitas sinyal.

Harianjogja.com, JOGJA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan memperluas agen sampai ke pelosok daerah. Hal ini terkendala minimnya sinyal sehingga membuat layanan tidak berjalan lancar.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/12/09/otoritas-jasa-keuangan-terkendala-sinyal-bank-kesulitan-layani-nasabah-di-pelosok-775562"> OTORITAS JASA KEUANGAN : Terkendala Sinyal, Bank Kesulitan Layani Nasabah di Pelosok)

Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Kanwil BRI Jogja Subandi berpendapat permasalahan sinyal harus segera teratasi mengingat banyaknya pengajuan dari masyarakat yang ingin menjadi agen BRILink. BRI Kanwil Jogja memang akan terus menambah jumlah agen Layanan Keuangan tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusi (Laku Pandai) ini di wilayah kerja Jogja. Sampai saat ini, BRI telah memiliki lebih dari 7.000 agen dengan nilai transaksi mencapai Rp4,8 triliun sampai akhir Oktober lalu.

Agen Laku Pandai ini menjadi perpanjangan tangan bank yang bisa melayani layaknya bank. Masyarakat yang ingin melakukan tarik tunai, transfer, bayar rekening listrik, atau membeli pulsa tidak perlu datang ke kantor BRI, tetapi cukup mendatangi agen Laku Pandai terdekat. Saat ini, BRILink juga telah dilengkapi dengan fitur bantuan sosial dan juga Asuransi Mikro-Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AM-KKM).

Keberadaaan agen ini tidak hanya memudahkan nasabah untuk mengakses bank tetapi juga menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat. Yanti, salah satu agen dari Janti mengaku dbisa meraup keuntungan dari kegiatan BRILink sekitar Rp250.000 per bulan.

“Lumayan kalau untuk tambah-tambah pendapatan. Kita dapat fee dua, dari BRI dan dari customer. Kebanyakan transaksinya itu transfer dan tarik tunai karena rumah saya dekat mahasiswa dan pangkalan sopir,” tuturnya.