PENDIDIKAN SLEMAN : Sekolah Jangan Berpuas Diri dengan ISO

14 Desember 2016 07:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Pendidikan Sleman harus meningkatkan kualitas.

Hariaanjogja.com, SLEMAN --  Sekolah penerima sertifikat sistem managemen mutu ISO diminta tidak berpuas diri. Sekolah tetap diharuskan meningkatkan kualitas pendidikan karena raihan ISO bukan tujuan akhir.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono, pemerintah serius untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Sleman. Salah satu buktinya, kata Arif, beberapa sekolah saat ini sudah mengantongi sertifikat sistem managemen mutu ISO 9001:2008. Namun dia mengingatkan agar sekolah penerima sertifikat tersebut tidak melupakan upaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya.

"Penerimaan sertifikat ISO tersebut janganlah menjadi tujuan akhir dari pembangunan mutu sekolah. Kami tetap mengingatkan sekolah, itu menjadi cambuk baru untuk mencapai target mutu selajutnya yang lebih tinggi," kata Arif, Senin (12/12/2016).

Dia menekankan, penerimaan ISO 9001:2008 bagi beberapa sekolah justru menjadi cambuk bagi sekolah, Guru dan siswa untuk lebih baik lagi dalam berbagai aspek. Sampai saat ini jumlah sekolah di Sleman yang sudah bersertifikat ISO ada sebanyak 26 sekolah, terdiri dari 17 SMK dan sembilan SMA Negeri. Sekolah terakhir yang menerima sertifikat tersebuf adalah SMAN I Prambanan.

Menurutnya, perolehan sertifikat ISO 9001:2008 tersebut menunjukkan standar pendidikan yang diupayakan dan ditetapkan pemerintah, diharapkan berpengaruh pada output atau lulusan dari sekolah. Pasalnya, sarana dan layanan pendidikan yang berkualitas  diyakini mampu mencerdaskan masyarakat. Dia berharap, siswa-siswi SMAN I Prambanan mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lain untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sekolah-sekolah yang belum mendapatkan sertifikat tersebut, lanjut Arif, akan  disiapkan untuk mendapatkan sertifikat serupa. Persiapan yang dilakukan seperti peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di sekolah. Selain itu, kepala sekolah, guru dan siswa harus punya komitken untuk meningkatkan kualitas pendidikan. "Ini dilakukam juga untuk mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai Smart Regency pada 2021 mendatang," kata Arif.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN I Prambanan Darwito mengakui, penerimaan sertifikat ISO 9001:2008 tersebut menjadi cambuk untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. "Yang jelas sertifikat tersebut  menjadi tonggak untuk meningkat visi dan misi serta mutu pendidikan. Ini sudah menjadi tekat sekolah, guru dan siswa," ucapnya.

Sekadar diketahui,  penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 diberikan Direktur PT. TUV Rheinland Indonesia Sapto Haryono kepada Kepala Disdikpora Sleman Arif Haryono, pada Sabtu (10/12/2016) lalu di SMAN Prambanan.