RESTORASI GUMUK PASIR : Pemkab Tak Indahkan Warga yang Tak Kooperatif

Lokasi lahan gumuk pasir seluas 1.500 meter persegi masih terus diratakan oleh 1 unit buldozer milik Pemkab Bantul. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
16 Desember 2016 02:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Restorasi gumuk pasir untuk persiapan relokasi segera diselesaikan.

Harianjogja.com, BANTUL -- Paskapenggusuran 29 bangunan di zona inti gumuk pasir, Pemkab Bantul berupaya sesegera mungkin merampungkan persiapan lahan relokasi. Dari pantauan Harianjogja.com, Kamis (15/12/2016) pagi, lokasi lahan seluas 1.500 meter persegi masih terus diratakan oleh 1 unit buldozer milik Pemkab Bantul.

Diakui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Hermawan Setiaji, pihaknya tak merasas perlu segera merampungkan perataan tanah lahan relokasi yang berada di Dusun Grogol X itu. Pasalnya, kini ia hanya fokus pada 9 orang warga penghuni kawasan zona inti yang sudah kooperatif sejak awal.

“Hingga H-1 eksekusi lalu, baru 9 orang itu yang bersedia menandatangani kesediaan pembongkaran bangunan secara swadaya sekaligus memanfaatkan uang jasa bongkar Rp1 juta yang sudah kami siapkan sebelumnya,” terangnya saat dihubungi, Kamis (15/12/2016) siang.

Sementara terkait warga lainnya, Hermawan tak begitu mengindahkannya. Bahkan dengan tegas ia menilai warga tersebut telah mengingkari janjinya sendiri untuk bersikap kooperatif.

“Nah, kalau mereka saja boleh ingkar, Pemkab [Bantul] kan sekarang juga boleh bertindak lebih tegas,” cetus Hermawan.

Itulah sebabnya, ia merasa tak memiliki keharusan untuk menyiapkan lahan relokasi lengkap dengan semua fasilitas pendukungnya. Itulah sebabnya, saat ditanya mengenai kejelasan sarana pendukung macam rumah, listrik, air, dan lahan pekarangan, ia mengaku tak memiliki keharusan untuk memikirkannya.