CUACA EKSTREM : Bukan Hanya Pohon, Baliho juga Berbahaya

JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoCUACA EKSTREM-Awan kelabu dilihat dari gedung bertingkat di Kota Solo, Selasa (20/3). Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika mengeluarkan peringatan dini guna meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat - petir dan angin kencang berdurasi singkat di Jawa Tengah bagian utara, timur dan selatan pada bulan Maret ini.
21 Desember 2016 04:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Cuaca ekstrem berupa angin kencang dapat menimbulkan bencana

Harianjogja.com, JOGJA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan keberadaan baliho di pinggir jalan masih menjadi ancaman. Angin kencang yang terjadi di wilayah DIY diprediksi akan berlangsung hingga tiga hari ke depan dengan kecepatan mencapai 46 kilometer per jam.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/12/20/kecelakaan-jogja-alami-luka-di-dada-pengendara-motor-yang-tertimpa-baliho-kampanye-tewas-777755"> KECELAKAAN JOGJA : Alami Luka di Dada, Pengendara Motor yang Tertimpa Baliho Kampanye Tewas)

Sekretaris BPBD DIY Heru Suroso menambahkan, pada awalnya petugas lebih mewaspadai keberadaan pohon. Tetapi faktanya, baliho juga dapat memakan korban jiwa seperti yang terjadi, Senin (19/12/2016). Oleh karena itu, pihak pemberi izin pendirian baliho, perlu introspeksi, ketika memberikan izin maka perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya angin kencang. Persoalan mendasar seperti kekuatan konstruksi juga detailnya perlu diperhatian oleh pihak terkait.

"Kami terkonsentrasi di pohon namun ternyata baliho juga kena, itu kan berpikirnya harus mendasar, mestinya bagaimana kekuatannya [konstruksi], mekanisme di Perda-nya seperti apa. Kalau bisa diantisipasi melalui mekanisme perizinan bisa dhindarkan. Tetapi kalau di perizinan tidak diantisipasi, ya seperti itu [bisa jatuh korban]," ucap dia.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat perlu diwaspadai terhadap daerah memiliki potensi angin kencang, terutama wilayah dengan kondisi geografis di cekungan.