PENATAAN MALIOBORO : Apa Manfaat Bank Tanaman?

Lomba mural bertema Jogja Kota Pariwisata menjadi ruang kreatifitas bagi puluhan anak muda Jogja, dari umum, pelajar dan mahasiswa di selasar Malioboro Mall, Minggu (6/11/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
30 Desember 2016 08:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Penataan Malioboro dilakukan secara menyeluruh

Harianjogja.com, JOGJA -- Konsep penataan  tanaman hias di kawasan jalur pedestrian Malioboro bakal menjadi tantangan bagi pengelola sumbu filosofis tersebut. Menggunakan tanaman hias Asoka, sepanjang jalur pedestrian Malioboro akan selalu dihiasi bunga dengan gradasi lima warna.

Desainer Jalur Pedestrian Malioboro Ardhyasa Fabrian Gusma  menilai, dari hal kecil seperti perawatan tanaman bunga, akan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Karena jika ingin menghasilkan Malioboro yang indah menarik tentu harus sesuai perencanaan dengan menghadirkan warna bunga tersebut. Oleh karena itu proses maintenance pasca pembangunan terasa lebih berat. Tidak bisa hanya mengandalkan tanaman Asoka berbunga dengan sendirinya di kawasan Malioboro. Mengingat, Malioboro termasuk wilayah dengan kadar polusi cukup tinggi, sementara tanaman hias butuh udara segar untuk berbunga.

Oleh sebab itu pihaknya menyarankan perlu adanya bank tanaman dari dinas terkait dalam rangka perawatan Malioboro ke depannya. Sehingga Asoka yang tidak berbunga bisa diganti dengan Asoka yang berbunga sesuai di perencanaan. Penggantian itu bisa dilakukan dengan mudah karena menggunakan pot portabel.

“Mengenalkan konsep warna bunga seperti ini, itu saja pasti ada kendala tersendiri, padahal cuma konsep menanam bunga. Kalau di Surabaya, Bu Risma [Walikota Surabaya] karena dari pertamanan dia sudah membuat bank tanaman di Pemkot [Surabaya], Jogja belum punya. Setelah tumbuh [bunga] nanti potnya tertutup semua, sehingga orang kalau ke sini [Malioboro] nanti bunganya beda-beda,” jelas pemenang sayembara desain jalur pedestrian Malioboro ini.