Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. (JIBI/Solopos/Reza Fitriyanto)
UN 2017 dengan metode baru menimbulkan persoalan dalam persiapan
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mendapatkan permasalahan dalam persiapan menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) yang tidak jadi dihapuskan pemerintah. Simpang siur pelaksanaan tentang UN beberapa waktu lalu membuat persiapan yang dilakukan tidak maksimal.
Sementara Disdikpora telah menargetkan pada UN 2017 nanti 100% SMA/SMK di DIY menggunakan sistem komputer. Persiapan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer atau Computer Based Test (CBT) masih bisa dimaksimalkan meski pelaksanaan UN tinggal April nanti.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan sistem CBT pun akan lebih efisien ketika kondisi waktunya sudah mepet seperti saat ini.
"Tahun ini kami menargetkan semua SMA/SMK di DIY bisa melaksanakan UNBK. Konsekuensi dari itu bagi sekolah yang peralatannya belum memenuhi, nanti bisa menggunakan fasilitas di sekolah lain. Kendati demikian kami akan menjamin, siswa bisa mengerjakan soal dengan baik dan nyaman," ujar Baskara Aji, kemarin.
Baskara Aji akan melakukan antisipasi sejak awal untuk memperlancar pelaksanaan UNBK. Caranya dengan meminimalisasi potensi gangguan yang mungkin terjadi, seperti potensi mati listrik. Pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan diantaranya dengan mengumpulkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan menyiapkan petugas khusus guna mengantisipasi adanya gangguan teknis. Selain itu, supaya siswa terlatih dalam mengerjakan soal ujian dengan model UNBK, kegiatan try out akan ditingkatkan.
"Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, siswa justru merasa lebih nyaman mengerjakan soal ujian dengan komputer daripada kertas. Tidak hanya karena terjadinya kecurangan bisa ditekan, tapi bisa meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Terlebih saat ini siswa sudah sangat familiar dengan teknologi informasi," jelas Baskara Aji.
Lebih lanjut Baskara Aji mengungkapkan, ada satu kendala lagi dalam persiapan menyongsong UN.
Keputusan Kemendikbud untuk tetap melaksanakan UN menuntut sekolah dan Disddikpora bekerja keras.
Sampai saat ini, papar Aji, Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta UN belum tuntas sepenuhnya. Padahal keberadaan DNT tersebut merupakan kunci penyelenggaraan UN.
"Selain DNT yang belum final, simulasi UN juga belum bisa kami lakukan dengan maksimal. Tapi kami tetap optimistis dengan dukungan semua pihak terkait DIY akan bisa melaksanakan UN dengan baik," papar sosok yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI DIY itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Maserati dikabarkan menggandeng Huawei dan JAC Motors untuk mengembangkan mobil listrik di tengah krisis penjualan global.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Instagram menghadirkan fitur baru Instants untuk berbagi foto spontan yang hanya bisa dilihat satu kali dan hilang otomatis setelah 24 jam.
Cristiano Ronaldo berpeluang meraih dua trofi bersama Al Nassr akhir pekan ini sambil terus memburu target 1.000 gol karier.
Bekerja sama dengan SMK Bhumi Phala Parakan Temanggung, Astra Motor Yogyakarta menggelar pelatihan Safety Riding intensif bagi para siswa