UN 2017 : Waktu Mepet Membayangi Persiapan

Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. (JIBI/Solopos - Reza Fitriyanto)
30 Desember 2016 22:20 WIB Jogja Share :

UN 2017 dengan metode baru menimbulkan persoalan dalam persiapan

Harianjogja.com, JOGJA -  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mendapatkan permasalahan dalam persiapan menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) yang tidak jadi dihapuskan pemerintah. Simpang siur pelaksanaan tentang UN beberapa waktu lalu membuat persiapan yang dilakukan tidak maksimal.

Sementara Disdikpora telah menargetkan pada UN 2017 nanti 100% SMA/SMK di DIY menggunakan sistem komputer. Persiapan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer atau Computer Based Test (CBT) masih bisa dimaksimalkan meski pelaksanaan UN tinggal April nanti.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan sistem CBT pun akan  lebih efisien ketika kondisi waktunya sudah mepet seperti saat ini.

"Tahun ini kami menargetkan semua SMA/SMK di DIY bisa melaksanakan UNBK. Konsekuensi dari itu bagi sekolah yang peralatannya belum memenuhi, nanti bisa menggunakan fasilitas di sekolah lain. Kendati demikian kami akan menjamin, siswa bisa mengerjakan soal dengan baik dan nyaman," ujar Baskara Aji, kemarin.

Baskara Aji akan melakukan antisipasi sejak awal untuk memperlancar pelaksanaan UNBK. Caranya dengan meminimalisasi potensi gangguan yang mungkin terjadi, seperti potensi mati listrik. Pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan diantaranya dengan mengumpulkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan menyiapkan petugas khusus guna mengantisipasi adanya gangguan teknis. Selain itu, supaya siswa terlatih dalam mengerjakan soal ujian dengan model UNBK, kegiatan try out akan ditingkatkan.

"Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, siswa justru merasa lebih nyaman mengerjakan soal ujian dengan komputer daripada kertas. Tidak hanya karena terjadinya kecurangan bisa ditekan, tapi bisa meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Terlebih saat ini siswa sudah sangat familiar dengan teknologi informasi," jelas Baskara Aji.

Lebih lanjut Baskara Aji mengungkapkan, ada satu kendala lagi dalam persiapan menyongsong UN.
Keputusan Kemendikbud untuk tetap melaksanakan UN menuntut sekolah dan Disddikpora bekerja keras.

Sampai saat ini, papar Aji,  Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta UN belum tuntas sepenuhnya. Padahal keberadaan DNT tersebut merupakan kunci penyelenggaraan UN.

"Selain DNT yang belum final, simulasi UN juga belum bisa kami lakukan dengan maksimal. Tapi kami tetap optimistis dengan dukungan semua pihak terkait DIY akan bisa melaksanakan UN dengan baik," papar sosok yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI DIY itu.