BANK DI JOGJA : Sinergi BPD DIY dengan Pemerintah Terus Terjalin

Para peserta melakukan pemanasan sebelum bertanding dalam Sport Gathering DPPKA/BKAD se-DIY dan BPD DIY di GOR Amongrogo, Sabtu (1/4/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
03 April 2017 03:22 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Bank di Jogja, BPD DIY menggelar sport gathering

Harianjogja.com, JOGJA -- Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY atau Bank BPD DIY menggelar Sport Gathering DPPKA/BKAD se-DIY dan BPD DIY di GOR Amongrogo, Sabtu (1/4/2017). Kegiatan olahraga ke-2 ini bertujuan meningkatkan silaturahmi dengan DPPKA/BKAD sebagai mitra bank yang telah mempercayai Bank BPD DIY dalam mengelola dana pemerintah.

Kegiatan yang diikuti tujuh kontingen ini mempertandingkan beberapa cabang olahraga, salah satunya futsal. Selain memupuk tali silaturahmi, Sport Gathering juga bertujuan meningkatkan kebugaran para karyawan di lingkungan Bank BPD DIY maupun DPPKA/BKAD.

“Bagaimanapun BKAD betul-betul menjadi mitra kami yang utama. Kami dipercaya sebagai pemegang kas daerah baik provinsi maupun kabupaten,” kata Direktur Umum Bank BPD DIY Cahya Widi di sela-sela Sport Gathering, Sabtu kemarin.

Jalinan kerjasama keduanya terus terbentuk. Belum lama ini keduanya juga bersinergi meluncurkan sebuah sistem pembayaran pajak kendaraan melalui layanan e-Samsat. Ia menyampaikan, layanan ini harus dibanggakan karena lahirnya e-Samsat di DIY sukses menarik perhatian pemerintah provinsi lainnya. Ada beberapa provinsi yang sudah menimba ilmu tentang layanan e-Samsat ini, salah satunya Banda Aceh.

Ia menjelaskan, e-Samsat hadir untuk memberikan kemudahan pada masyarakat pengguna kendaraan bermotor dalam membayar perpajakan. “e-Samsat mampu menerima pajak kendaraan bermotor di ATM dan bisa melakukan pencetakan STNK sekaligus bukti setoran pajaknya. Yang dulu harus antre di kantor Samsat, sekarang bisa datang ke mesin ATM [Bank BPD DIY],” katanya.

Bank BPD DIY akan terus mendukung kegiatan kesamsatan. Bank yang dipercaya mengelola dana pemerintah dari tahun ke tahun ini akan membantu mempermudah masyarakat dalam menuntaskan kewajibannya membayar pajak kendaraan. Hal tersebut dilakukan mengingat potensi pajak kendaraan di DIY cukup besar.

Berdasarkan data 2016, jumlah pajak kendaraan mencapai Rp600 miliar dari 1,6 juta kendaraan. Cahya juga mengakui, Pemerintah Provinsi DIY benar-benar melihat pajak kendaraan sebagai sumber pendapatan yang besar sehingga Pemerintah berupaya memberikan kemudahan pembayarannya. Hal ini perlu didukung dari aspek perbankan dalam penyediaan sistem pembayarannya.

1 April kemarin, Bank BPD DIY juga memulai layanan Samsat Desa dengan membuka otlet layanan kesamsatan ke desa-desa. Samsat Desa pertama dilakukan di Desa Semugih, Rongkop, Kulonprogo dan akan diikuti desa lainnya di DIY. “Sebagai tahap awal, targetnya satu desa dulu di satu kabupaten/kota,” tuturnya.

Sementara Kepala DPKAD DIY Bambang Wisnu Handoyo menyambut baik Sport Gathering yang digelar Bank BPD DIY ini. “Suasana olahraga dalam Sport Gathering ini bertujuan untuk saling mengakrabkan kedua belah pihak,” tuturnya.