RUSUNAWA GUNUNGKIDUL : Minim Pendaftar lantaran Harga Sewa Terlalu Tinggi?

Bangunan rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Karangrejek yang dibangun di atas lahan seluas 8.000 meter persegi di Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Selasa (4/4/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
05 April 2017 12:22 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Rusunawa Gunungkidul, pendaftar masih minim.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Lebih dari satu bulan setelah dibuka pendaftaran bagi calon penghuni rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Karangrejek, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, baru terdapat 54 orang yang mendaftar. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap Warga kurang mampu dapat memanfaatkan fasilitas Rusunawa.

Baca Juga : http://www.harianjogja.com/?p=807402">RUSUNAWA GUNUNGKIDUL : Baru Ada 54 Pendaftar Penghuni

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto mengaku sudah mendengar terkait mundurnya pendaftaran penghuni Rusunawa. Dia menekankan meski mundur setiap calon penghuni harus tetap diverifikasi dengan ketat.

"Jangan sampai karena kurang penghuni terus siapa saja bisa masuk, karena peruntukan rusunawa agar kalangan kurang mampu bisa memperoleh tempat layak," katanya, Selasa (4/4/2017)

Sepinya peminat dinilainya lantaran tarif sewa yang diajukan pemkab yakni  Rp170.000 sampai Rp256.000 per bulan terlalu mahal. Padahal menurutnya harga sewa kamar kos di daerah Wonosari memiliki tarif rata-rata per bulan di bawah tarif tersebut.

Untuk itu, jika memang tarif yang diajukan memang benar antara Rp170.000 sampai Rp256.000, maka pihaknya akan mengevaluasi. Pasalnya berdasarkan Perda, besaran tarif harus ada rekomendasi dari DPRD.

"Jangan sampai hanya mencari keuntungan tetapi mengabaikan kebutuhan masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan perumahan layak," ujarnya.

Fasilitas Segera Dilengkapi

Kasi Rusunawa, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP), Gunungkidul, Nurgiyanto menyampaikan operasional Rusunawa akan dilakukan pada pertengahan 2017. Hal itu sesuai dengan hasil koordinasi dengan Kementrian PUPR. Pasalnya hingga saat ini pihaknya juga masih melakukan perbaikan fasilitas mulai dari ketersediaan listrik dan air.

Dia mengakui memang belum dilakukan instalasi listrik untuk keseluruhan kamar. Sedangkan untuk air masih ada kebocoran di hidran tempel. Namun pihaknya berjanji akan segera memperbaiki  adanya sejumlah masalah tersebut. Dan untuk saat ini, telah dilaporkan kepada pihak Kementerian PUPR, terkait adanya persoalan tersebut