UJIAN NASIONAL 2017 : Soal Tidak Muncul, Ratusan Siswa Gagal Ujian

Teknisi komputer SMAN 1 Sleman, Ardian Purwonugroho, mengecek komputer yang akan digunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2015-2016 ini, Senin (2/11/2015). (Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
07 April 2017 10:55 WIB Jogja Share :

Ujian Nasional 2017 diwarnai hambatan berupa soal yang tidak muncul

Harianjogja.com, JOGJA - Kendala cukup serius terjadi pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK saat pelaksanaan hari terakhir, Kamis (6/4/2017).

Sejumlah soal kompetensi bidang yang diujikan tidak muncul sehingga tidak ada bahan yang bisa dikerjakan para peserta ujian.

Sekretariat UN Disdikpora DIY Muchamad Agus Budiyarto melaporkan, sedikitnya 800 siswa gagal ikut ujian di hari terakhir sehingga terpaksa harus UNBK susulan.

"Data yang dilaporkan selalu bergerak, tapi hingga saat ini kami sudah menerima laporan 800 siswa yang gagal ikut ujian," ujarnya kepada Harianjogja.com saat dimintai keterangan, Kamis (6/4/2017) pukul 18.00 WIB.

Agus memprediksi ada sekitar 1000 siswa yang gagal ikut ujian gara-gara soal tidak muncul akibat kesalahan server.

Lebih lanjut dia menerangkan, pihaknya berharapĀ  sekolah-sekolah untuk melaporkan data siswa yang gagal ikut ujian. Batasan waktu pelaporan dibuka hingga Sabtu (8/4/2017). Dengan begitu pihaknya segera bisa menentukan formulasi tepat untuk menggelar ujian susulan nantinya.

Agus menerangkan, banyaknya para siswa gagal ikut ujian karena penyebab sama, soal tidak muncul.

"Jumlahnya di masing-masing wilayah hampir merata. Padahal pelaksanaan tiga hari nyaris tanpa kendala, ini di hari terakhir malah terjadi masalah seperti ini," jelasnya.

Di SMK Negeri 6 Jogja sebanyak 30 siswa gagal ikut ujian karena soal tidak muncul di layar komputer.

Kepala SMK Negeri 6 Jogja Rustamaji menegaskan, Soal tidak muncul di layar karena server putus. Masalah itu muncul saat pelaksanaan sesi kedua.

"Hanya satu kelas saja yang mengalami kendala. Siswa dari jurusan Patiseri materi soalnya tidak muncul," ujar Rustamaji kepada Harianjogja.com, Kamis sore.

Di sesi kedua itu pun, jelas Rustam Aji, yang mengalami masalah juga hanya siswa di jurusan Patiseri saja. Siswa yang ujian di kelas berbeda tidak ada masalah. Begitu juga saat sesi ketiga, kendala tidak muncul lagi.

"Jadi memang terjadi saat sesi kedua saja," jelas dia.

Selanjutnya sekolah memutuskan, 30 siswa yang gagal ujian ini akan diikutkan dalam UNBK susulan, 19 April nanti.

Sementara di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul sejumlah siswa mengeluhkan bentuk soal yang tidak ada jawabannya.