Advertisement
PENYAKIT PEREMPUAN : 2 Jenis Kanker Menghantui Perempuan di Sleman
Advertisement
Penyakit perempuan berupa kanker payudara dan leher rahim menghantui perempuan di Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN- Kesadaran perempuan untuk memeriksa secara dini potensi penyakit kanker payudara dan leher rahim (serviks) masih rendah. Perlu digalakkan sosialisasi untuk mencegah penyakit tersebut.
Advertisement
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Nurulhayah mengatakan, selama 2016 berdasarkan data dari Puskesmas di wilayah Sleman dari 157.408 pasangan usia subur hanya 2.103 yang memeriksakan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat atau IVA tes.
Dari jumlah tersebut sebanyak 1.022 atau 0,65% WUS terdeteksi kanker payudara dan 453 atau 0,29% WUS terdeteksi kanker serviks.
“Data tersebut memang belum seluruhnya dari pelayanan kesehatan. Namun cukup menunjukkan jika kesadaran untuk screening [deteksi dini] masih rendah," katanya di sela kegiatan Sosialisasi dan Screening (deteksi dini) Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim, Puskesmas Tempel I, Kamis (6/4/2017).
Deteksi tersebut dilakukan pada 1.000 Wanita Usia Subur (WUS) di lima titik lokasi berbeda. Mulai Puskesmas Tempel I, Puskesmas Tempel II, Puskesmas Seyegan, Puskesmas Minggir, dan Puskesmas Mlati II.
Nurul menjelaskan, sasaran IVA tes adalah pasangan usia subur, sedangkan pemeriksaan kanker payudara adalah wanita usia subur. "Kami berharap dengan sosialisasi ini kesadaran untuk melakukan screening dapat meningkat," katanya.
Menurutnya, baik kanker payudara maupun serviks dapat dideteksi secara mandiri. Deteksi kanker payudara bisa dengan Sadari atau periksa payudara sendiri. Sedangkan kanker leher rahim bisa dideteksi dengan IVA tes. "Jika ditemukan kelainan, bisa ditindaklanjuti dengan pap smear," jelas Nurul.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang hadir dalam sosialisasi mengingatkan, kematian terbesar kaum perempuan di dunia diakibatkan oleh dua jenis kanker tersebut. Berdasarkan Permenkes RI No.43/2015, katanya, kanker payudara dan leher rahim merupakan kanker terbanyak di Indonesia.
Karena dinilai membahayakan, katanya, hal itu memerlukan tindakan atau intervensi kesehatan masyarakat dalam bentuk program penanggulangan nasional. "Kami berharap kaum perempuan melakukan deteksi dini sebagai langkah antisipatif dan pencegahan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




