KECELAKAAN BALI : Siswa MTS Tempel Meninggal di Bali, Bupati Sampaikan Belasungkawa

Ilustrasi jenazah (google)
08 April 2017 13:22 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Kecelakaan Bali mengenai kematian peserta study tour mendapat perhatian Bupati

Harianjogja.com, SLEMAN- Yuda Setya wardana siswa kelas 8 MTS N Tempel yang sempat dikabarkan hilang secara misterius di Pulau Dewata ketika mengikuti acara study tour sekolahnya pada 30 Maret hingga 2 April 2017 lalu akhirnya dimakamkan di Tanjung, Tanjung, Sumberejo, Tempel, Jumat (7/4/2017)

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/04/07/kabar-duka-hilang-beberapa-jam-saat-study-tour-ke-bali-siswa-mtsn-2-tempel-meninggal-dunia-808223">KABAR DUKA : Apa Penyebab Siswa MTsN 2 Tempel Meninggal di Bali

Bupati Sleman Sri Purnomo  menyampaikan ucapan belasungkawa pada keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, berdasarkan informasi warga sekitar, Yuda merupakan sosok yang santun dan berprestasi disekolah serta menjadi kebanggaan keluarga. Sri juga memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih pada Bupati Tabanan beserta jajaran pejabat setempat yang telah menaruh perhatian besar dari proses pencarian hingga menanggung seluruh biaya perawatan almarhum.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Tabanan yang selalu bergantian mendampingi selama proses pencarian almarhum hingga menanggung seluruh biaya perawatan," kata Sri usai melayat ke rumah korban.

Sementara itu Hartono, salah satu guru pendamping yang ikut dari proses awal keberangkatan hingga pencarian menyampaikan, kronologi awal hilangnya Yuda bermula selepas salat Jumat di area dekat wisata Bedugul. Selesai salat para guru mengabsen 4 rombongan bis yang diisi 153 siswa. Namun Yuda dikabarkan pergi berlari dan tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

Para guru dan crew travel tour mencari hingga maghrib namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya pihak sekolah melaporkan pada kepolisian terdekat. Sabtu pagi pihak sekolah mendapat kabar dari petani kebun anggur yang melihat anak di jurang dengan kedalaman lebih kurang 30 meter di dekat kebunnya.

"Kami langsung menyusuri jurang tersebut dibantu warga dan babinsa setempat dan pada pukul 17.00 WITA dapat kami evakuasi menuju RSUD Tabanan," kata Hartono.

Yuda sendiri menurut Hartono sempat dirawat beberapa hari dan menjalani operasi pada bagian kepala. "Saat dirawat kondisinya terus menurun dan akhirnya Kamis sore 6 April pukul 17.20 WITA Yuda meninggal", jelas Hartono.