Dana Transfer ke Daerah Anjlok, Saatnya BPD Unjuk Peran
Peran strategis BPD terus didorong untuk menopang perekonomian daerah, terlebih dengan meningkatnya tekanan fiskal dan serta menurunnya dana transfer ke daerah.
Sampah plastik dan beragam jenis sampah lain yang ditinggalkan pengunjung usai malam pergantian tahun baru maupun saat liburan, berserakan di Pantai Parangtritis, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. Minggu (1/2/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Bantul menghadapi masalah sampah
Harianjogja.com, BANTUL--Ratusan bangunan permanen yang memadati kawasan sekitar Pantai Samas dan Kuwaru menjadi ancaman bagi potensi wisata di dua pantai yang masing-masing terletak di Kecamatan Sanden dan Srandakan tersebut.
Akibatnya, sekitar 4-5 tahun terakhir, kedua objek wisata pantai yang pernah menjadi andalan bagi pariwisata Bantul itu terancam ditinggalkan wisatawan. Sayang, meski kondisinya memprihatinkan, pihak Pemkab Bantul belum juga melakukan kajian terkait penataan kedua pantai tersebut.
“Tahun ini, kami memang hanya menyiapkan anggaran sebesar Rp150 juta saja. Itu pun hanya untuk pembangunan ikon Pantai Kuwaru saja,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Jati Bayubroto saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (18/4/2017).
Mantan Camat Banguntapan itu mengaku, jumlah kunjungan wisatawan ke kedua pantai itu belum juga maksimal. Padahal, kedua pantai itu bisa dibilang merupakan pelopor dibukanya pantai-pantai baru di sekitarnya.
Diakuinya pula, faktor abrasi yang menggerus bibir pantai di kedua objek wisata itu tak pelak membuat garis pantai menjadi semakin sempit. Ditambah dengan banyaknya bangunan permanen yang didirikan di sana, membuat kawasan pantai menjadi terlihat kumuh.
“Padahal, wisatawan datang ke pantai kan untuk melihat pemandangan pantai dan laut, bukan permukiman macam itu,” keluh Jati.
Meski begitu, pihak Dispar Bantul sama sekali belum melakukan kajian terkait penataan kawasan tersebut. Jati mengaku, sejauh ini pihaknya hanya melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di kawasan itu.
Dikatakannya, pasca terjadinya abrasi itu, masyarakat di kedua kawasan itu seperti enggan lagi mengembangan potensi wisatanya. Bahkan kelompok di sana terkesan terpecah belah. “Itulah, fokus kami saat ini menyatukan visi mereka terlebih dulu saja,” ungkap Jati.
Terpisah, Kepala Dinas pariwisata Bantul Supriyanto menyebutkan, untuk menggeliatkan pariwisata di Bantul dibutuhkan kerjasama pemerintah dengan masyarakat.
Sejauh ini, pantai selatan khususnya Parangtritis merupakan penyumbang pendapatan terbesar untuk sektor pariwisata. Pun begitu objek lain juga terus digenjot, salah satunya dengan menggelar kegiatan pentas seni di kawasan wisata.
Disebutkan, pada liburan panjang pekan lalu, jumlah pengunjung yang datang disejumlah objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Bantul mampu melampaui target.
Disebutkan, dari target 50.000 pengunjung, saat liburan panjang kemarin jumlah pengunjung tercatat mencapai 52.000 pengunjung. “Karena bulan ini ada long weekend dua kali, untuk libur panjang pekan depan target kita tetap sama [50.000 pengunjung],” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA 13 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.