Advertisement

TOWER ILEGAL : Soal Pemasangan, Warga di Sekitar Menara Tak Tahu Menahu

Ujang Hasanudin
Kamis, 20 April 2017 - 10:22 WIB
Mediani Dyah Natalia
TOWER ILEGAL : Soal Pemasangan, Warga di Sekitar Menara Tak Tahu Menahu

Advertisement

Tower ilegal diharapkan segera diatasi.

Harianjogja.com, JOGJA -- Forum Pemantau Fakta Integritas (Forpi) Kota Jogja mendesak Pemerintah Kota Jogja segera menyegel menara telekomunikasi tidak berizin alias ilegal. Karena jika tidak ada ketegasan menjadi alasan pembenar sehingga menara akan terus bermunculan.

Advertisement

Baca Juga : http://www.harianjogja.com/2017/04/20/tower-ilegal-pemkot-diminta-segel-menara-ilegal-811000">TOWER ILEGAL : Pemkot Diminta Segel Menara Ilegal

Kepala Divisi Pemantauan dan Investigasi Forpi Jogja, Baharuddin Kamba mengaku sudah pernah menelusuri sejumlah menara kepada warga yang tinggal di sekitar menara. Hampir semuanya, kata dia, warga tidak tahu menahu. Bahkan menara-menara itu dipasang pada malam hari. Selain itu juga ada beberapa menara yang sengaja dipasang menyerupai pohon kepala sebagai bentuk kamuflase.

Selain soal menara, Kamba juga menyoroti toko modern dan supermarket yang belum melengkapi izin masih nekat beroperasi. Ia khawatir jika Pemerintah Kota Jogja terus membiarkan berbagai pelanggaran tersebut akan banyak investor-investor nakal. "Jangan sampai maraknya pelanggaran Jogja jadi darurat penegakkan perda," ucap Kamba, Rabu (19/4/2017).

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakil Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Antonius Fokki Ardianto mensinyalir adanya konkolingkong oknum Pemerintah Kota Jogja dan investor sehingga penyedia jasa menara telekomunikasi berani menabrak aturan. Padahal, pembatalan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan Menara Telekomunikasi dan Fiber Optik, beberapa waktu lalu, disebabkan masih maraknya menara tak berizin yang belum ditertibkan.

Aktivis Gerakan Muda Antikorupsi (Gema) DIY, Muhammad Mahlin juga menilai Pemkot melakukan pembiaran terhadap pelanggaran Perda. Menurutnya, tidak mungkin Pemerintah Kota Jogja tidak mengetahui bermunculannya menara telekomunikasi. "Kalau terus dibiarkan bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap Pemkot," kata Mahlin.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja, Nurwidi Hartana sudah memperingatkan penyedia menara telekomunikasi supaya memindahkan menara dan mengurus izinnya. Namun peringatan tersebut bukan peringatan tertulis, melainkan peringatan lisan. Ia beralasan butuh proses dalam menindak menara telekomunikasi tak berizin. "Kita bertahap. Sementara peringatan lisan dulu." katanya.

Peringatan tertulis dinilai Baharuddin Kamba sebagai bentuk ketidak seriusan Satol PP dalam menegakkan Perda. "Peringatan lisan tidak bisa menjadi landasan hukum." tegas Kamba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Qatar Tolak Jadi Mediator Gencatan Senjata AS-Iran

Qatar Tolak Jadi Mediator Gencatan Senjata AS-Iran

News
| Sabtu, 04 April 2026, 13:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement