PERSIBA BANTUL : Wisma Sempit, 10 Pemain Tinggal di Rumah Warga

Bupati Bantul Suharsono saat menerima kunjungan dari manajemen serta ofisial Persiba Bantul dan Askab Bantul di Ruang Bupati Bantul, Kamis (20/4/2017). (JIBI/Harian Jogja - Arief Junianto)
21 April 2017 00:40 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Masalah itu, salah satunya berupa wisma pemain yang terlalu sempit

Harianjogja.com, BANTUL—Persiba Bantul masih menghadapi sejumlah masalah menjelang laga perdana mereka di Liga 2 musim ini pada 22 April 2017. Masalah itu, salah satunya berupa wisma pemain yang terlalu sempit untuk skuat Laskar Sultan Agung, julukan Persiba.

Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2017/02/23/mess-pemain-dan-lapangan-persiba-sambut-positif-tawaran-lanud-adisutjipto-795521">MESS PEMAIN DAN LAPANGAN : Persiba Sambut Positif Tawaran Lanud Adisutjipto

Untuk mengatasinya, manajemen menyewa rumah warga di kawasan Desa Wirokerten, Bantul untuk tempat tinggal sementara pemain. Di rumah itu, sebanyak 10 pemain diinapkan sejak masa persiapan tim dilakukan hingga menjelang http://www.harianjogja.com/baca/2017/04/04/mengintip-calon-lawan-persiba-bantul-3-catatan-buruk-psir-reuni-sragen-united-807264">Liga 2 dimulai sekarang ini.

“Idealnya, selama mengarungi kompetisi, para pemain memerlukan asrama yang lebih laik, terlebih untuk keperluan pemulihan stamina mereka [pemain],” ungkap Manajer Persiba, Endro Sulastomo, Kamis (20/4/2017).

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bantul pernah memberikan tawaran untuk menempati salah satu bangunan aset daeran tapi terlalu kecil. Tak cukup untuk menampung para pemain. Karena itu, manajemen punya rencana mencari hotel kelas melati untuk menampung para pemain.