JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
PT Pertamina (Persero), Jumat (17/3/2017), menggelar promosi liquified petroleum gas (LPG) nonsubsidi jenis Bright Gas di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Pertamina memacu penjualan LPG jenis Bright Gas itu di masyarakat, khususnya kalangan kelas menengah, sebagai upaya untuk mengurangi beban subsidi pemerintah di sektor energi. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Konversi gas belum banyak dipilih masyarakat
Harianjogja.com, BANTUL--Sejak diluncurkan tahun lalu, program konversi dari gas elpiji 3 kilogram ke 5,5 kilogram belum berjalan maksimal. Masyarakat yang seharusnya tak termasuk kalangan pengguna gas elpiji 3 kilogram, ternyata masih banyak yang menggunakan tabung gas bersubsidi tersebut.
Hal itu diakui oleh Koordinator Agen Elpiji Wilayah Bantul Ronny Hendro Wibowo. Sejak pertama kali diluncurkan tahun lalu, pendistribusian gas elpiji 5,5 kilogram memang belum maksimal. Dalam sebulan, sejauh ini pihaknya hanya bisa menjual sekitar 400-500 tabung.
Itulah sebabnya, ia berharap skenario distribusi gas elpiji 3 kilogram secara tertutup yang hingga kini masih digodok pemerintah nantinya bisa berjalan optimal. Dengan begitu, tujuan konversi gas yang ditujukan untuk mengurangi beban subsidi pemerintah pun nantinya bisa tercapai.
Selain itu, pihaknya juga berencana menambah intensitas promosi. Salah satunya adalah yang dilakukannya bersama Pemkab Bantul kali ini. Memanfaatkan momentum Hari Kartini, pihaknya menggelar penukaran tabung dengan harga khusus. Program ini untuk mensosialisasikan program konversi gas elpiji, dari ukuran 3 kilogram menjadi 5,5 kilogram (Bright Gas). Program penukaran yang dilakukan oleh Pertamina dengan menggandeng Pemkab Bantul itu rencananya akan berlangsung selama 6 hari, sejak 21-26 April mendatang.
Dalam kegiatan itu, penukaran dua tabung elpiji tiga kilogram dengan satu tabung elpiji 5,5 kg hanya menambah biaya Rp50.000, sementara harga normalnya mencapai Rp100.000. Selain itu, untuk pembelian tabung elpiji 5,5 kg beserta isi seharga Rp250.000 dari harga normal Rp325.000 per tabung. “Penukaran dengan harga khusus ini, selain kami gelar di Kompleks Manding, juga akan kami gelar di Kecamatan Sewondan di Parasamya [Kompleks Kantor Bupati Bantul] ,” kata Ronny.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Bantul Sulistyanto mengakui, momentum Hari Kartini ini adalah saat yang tepat untuk mempromosikan penggunaan tabung 5,5 kilogram. Oleh karena itulah, ia tak menampik akan menggelarnya di beberapa momentum hari besar lainnya.
Diakuinya, sejak resmi diluncurkan tahun lalu peningkatan persentase pengguna gas elpiji 5,5 kilogram per bulannya memang belum cukup signifikan. Dari hasil komunikasinnya dengan pihak agen penyalur di Bantul, peningkatan persentasenya hanya berkisar 10 persen saja per bulan. “Itulah, momentum seperti ini bertujuan untuk mempercepat program konversi tersebut,” kata Sulistyanta.
Ia menambahkan, program penukaran di momentum Hari Kartini ini terbuka untuk umum. Syaratnya pun mudah, hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk. “Jadi semua warga bisa, asal punya KTP. Tidak hanya warga Bantul, luar Bantul pun boleh,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintahan Prabowo-Gibran menyiapkan 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun dan menargetkan penyerapan 37.833 tenaga kerja.
Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pemerataan stok BBM di Bali setelah antrean SPBU mulai terkendali, tetapi Pertamax masih belum tersedia di sejumlah lokasi
BPGMN akan memetakan 500 KHG untuk mengidentifikasi kawasan gambut kritis dan mendukung target Prabowo menghentikan kebakaran gambut.
Bantuan jagung SPHP di Temanggung diusulkan menjangkau 399 peternak untuk menekan biaya pakan dan menjaga usaha ayam petelur.
Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta melepas 1.635 lulusan Periode II/2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Minggu (18/10).