Baru 11 Desa di Kulonprogo Miliki Kelompok Informasi Masyarakat

Ilustrasi (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
27 April 2017 17:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kulonprogo masih minim

 

Harianjogja.com, JOGJA -Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kulonprogo masih minim karena hanya ada 11 unit atau sekitar 12,5% dari seluruh desa/kelurahan yang ada.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kulonprogo berupaya melakukan sosialisasi di tingkat desa agar semakin banyak KIM yang terbentuk.

Kepala Dinas Kominfo Kulonprogo, Agus Santosa mengatakan, fungsi KIM diatur dalam Permen Kominfo No.8/2012 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial. KIM dibentuk masyarakat secara mandiri untuk mengelola jejaring informasi.

“KIM mendorong partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan pembangunan, serta meningkatkan kecerdasan publik dalam mengkonsumsi informasi,” kata Agus pada pengukuhan KIM Corps Olahraga, Seni, dan Dakwah (Cornida) di Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Rabu (26/4/2017).

Agus mengungkapkan setiap KIM akan mendapatkan pendampingan terkait pengelolaan informasi, termasuk cara menggunakan internet secara bijak. Pemerintah juga berencana meningkatkan bandwidth untuk memperkuat akses internet di Hargotirto. Fasilitas itu diharapkan memotivasi KIM untuk berpartisikasi aktif dan mendukung program yang dijalankan pemerintah.

Agus lalu memaparkan, jumlah KIM di Kulonprogo diketahui paling sedikit persentasenya dibanding kabupaten/kota lain di DIY. Posisi pertama diduduki Bantul dengan 73,33%, sedangkan Gunungkidul 25%, Sleman 22,09 persen, dan Jogja 17,78%.

“Ini tantangan buat kami. Semoga segera menyusul muncul KIM baru dari setiap desa di Kulonprogo,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Hargotirto, Sabarno menyatakan tidak ingin KIM Cornida hanya semangat selama beberapa saat setelah pengukuran. KIM Cornida diharapkan tetap eksis dan beraktifitas sesuai tugas dan fungsinya.

“Sementara ini KIM Cornida masih satu-satunya di wilayah Kokap sehingga harapannya dapat mengarahkan masyarakat untuk mengakses informasi yang berguna, khususnya di Hargotirto,” ucap Sabarno.