Tak Ada Personel Tambahan, Siap-Siap Antre Panjang di TPR Wisata Pantai

Suasana TPR Pantai Parangtritis pada Sabtu (31/12/2016) malam. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
28 April 2017 22:55 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Tidak adanya penambahan personil untuk menjaga Tempat Penarikan Retribusi (TPR) menimbulkan beberapa masalah

Harianjogja.com, BANTUL--Dua kali http://m.harianjogja.com/?p=810379">libur panjang akhir pekan di Bulan Mei menyisakan beberapa evaluasi bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Dispar Bantul, Jati Bayubroto saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (25/4/2017).

Menurut Jati tidak adanya penambahan personil untuk menjaga http://m.harianjogja.com/?p=809314">Tempat Penarikan Retribusi (TPR) menimbulkan beberapa masalah. Di antaranya adalah tersendatnya lalu lintas karena antri TPR yang panjang.

"Personil minim jadi antrian jadi panjang dan macet," kata dia.

Selain itu, Dispar Bantul juga menduga terjadi kebocoran retribusi karena banyaknya pengunjung yang datang tak berbanding lurus dengan personil penjaga yang ada. Sehingga diperkirakan banyak pengunjung yang tidak membayar retribusi.

Maka dari itu, menurutnya Dispar Bantul akan melakukan penambahan personil untuk libur panjang akhir pekan depan sebanyak lima orang. Diharapkan dengan penambahan personil tersebut, kebocoran retribusi tidak akan terulang.

Selain itu, penambahan personil juga dilakukan karena event Jogja International Air Show (JIAS) diprediksi akan melipatgandakan jumlah kunjungan wisatawan pekan depan.

Sehingga, menurutnya Dispar Bantul akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan SatPol PP untuk pengaturan arus lalu lintas. Nantinya, akan dikaji adanya rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup ataupun sistem satu arah.

Wisatawan akan masuk dari Jalur Pantai Parangtritis dan keluar dari jalur Pantai Depok. Namun menurut Jati hal ini masih menyisakan kendala bagi wisatawan yang memang berniat berkunjung ke Pantai Depok.

"Besok siang kami akan rapat dan bahas kajian teknisnya dari pihak Dinas Perhubungan. Tapi tentu akan ada rekayasa lalu lintas," ujar dia.